• Sabtu, 18 April 2026

Paus di Misa Kanonisasi: Seperti Orang-Orang Kudus Baru, Mari Kita Jalani mimpi Tuhan dengan Penuh sukacita

- Minggu, 15 Mei 2022 | 17:56 WIB
Paus dalam Misa Kanonisasi 10 Orang Kudus Baru , Miggu 15 Mei 2022
Paus dalam Misa Kanonisasi 10 Orang Kudus Baru , Miggu 15 Mei 2022

VATIKAN (Katolikku.com)- Dalam khotbah Misa dengan Kanonisasi 10 Orang Terberkati, Paus Fransiskus mengatakan, “Panggilan kita adalah untuk melayani Injil dan saudara-saudari kita, untuk mempersembahkan hidup kita tanpa mengharapkan imbalan apa pun, atau kemuliaan duniawi apa pun.”

Selama Misa kanonisasi, Paus Fransiskus mengumumkan sepuluh orang kudus baru di Lapangan Santo Petrus.

Dalam homilinya, ia mengingatkan umat beriman untuk mengenali bagaimana Tuhan mencintai kita tanpa syarat dan bagaimana jalan menuju kekudusan "begitu sederhana" dan membutuhkan melihat Yesus dalam diri orang lain.

Baca Juga: Tiga Misionaris Indonesia Nyekar ke Makam Bernard Bode SVD di Belanda  

Kita dipanggil untuk menyambut dengan sukacita dan menjalani hidup kita sehari-hari.

Paus Fransiskus memberikan dorongan ini selama Misa Kanonisasi untuk sepuluh orang kudus baru di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, mengingatkan sekitar lima puluh ribu umat beriman yang berkumpul di Vatikan bagaimana Tuhan memiliki mimpi untuk setiap orang dalam hidup kita. Kanonisasi 10 Baru Orang Suci

Pada awal perayaan liturgi, Paus mengumumkan sepuluh santo baru: Titus Brandsma; Lazzarus Devasahayam; Cesar de Bus; Luigi Maria Palazzolo; Giustino Maria Russolillo; Charles de Foucauld; Maria Rivier; Maria Francesca dari Yesus Rubatto; Maria dari Yesus Santocanale; Maria Domenica Mantovani.

Suasana MisaKanonisasidi Lapangan St Petrus,Vatikan,  Minggu, 15 Mei 2022
Suasana MisaKanonisasidi Lapangan St Petrus,Vatikan, Minggu, 15 Mei 2022

Bapa Suci mulai mengingat bagaimana dalam Injil hari ini menurut St. Yohanes, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian juga kamu harus saling mengasihi."

Ini, kata Paus, adalah warisan yang Kristus wariskan kepada kita, "kriteria utama untuk membedakan apakah kita benar-benar murid-Nya, perintah cinta atau tidak."

Paus mempertimbangkan dua elemen dari Perintah ini: kasih Yesus bagi kita, dan kasih yang Dia minta agar kita tunjukkan kepada orang lain. Cinta, mendefinisikan keberadaan kita sebagai orang Kristen.

Yesus sangat mengasihi kita, Paus mengingatkan, bahwa Dia memberikan seluruh pemberian diri-Nya.

“Jangan pernah kita melupakan ini. Kemampuan dan jasa kita bukanlah hal yang utama, melainkan kasih Tuhan yang tanpa syarat, bebas dan tanpa pamrih.”

Baca Juga: Minggu, 15 Mei 2022: Doa Rosario Peristiwa-Peristiwa Mulia

Kehidupan Kristen kita, kata Paus, "tidak dimulai dengan doktrin dan perbuatan baik, tetapi dengan keheranan yang lahir dari kesadaran bahwa kita dicintai, sebelum ada tanggapan dari pihak kita."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X