• Sabtu, 18 April 2026

Kritik PBB Tak Berdaya Hentikan Perang, Paus Fransiskus: Penggunaan Nuklir Tak Bermoral

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Senin, 4 Juli 2022 | 10:48 WIB
Paus melontarkan kritik pada PBB yang tidak mampu menghentikan perang Rusia vs Ukraina.
Paus melontarkan kritik pada PBB yang tidak mampu menghentikan perang Rusia vs Ukraina.

BUENOS AIRES (Katolikku.com) - Terkait perang Rusia melawan Ukraina, Pemimpin Umat Katilik Dunia Paus Fransiskusmengkritik keras Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan perang. 

Paus menegaskan bahwa penggunaan senjata nuklir dalam perang sebagai tindakan tidak bermoral.

Ia mengatakan hal itu dalam wawancaranya dengan kantor berita nasional Argentina, Telam.

Wawancara tersebut  dilakukan pada 20 Juni, namun videonya yang berdurasi satu jam baru dirilis pada 1 Juli.

Baca Juga: Bacaan Injil, Hari Senin, 4 Juli 2022, Peringatan Fakultatif St. Elisabet dari Portugal (Matis 9:18-26)

Tanpa menyebut invasi Rusia ke Ukraina secara langsung, Paus Fransiskus mengatakan bahwa situasi di Eropa saat ini menunjukkan bahwa PBB tidak berdaya untuk menghentikan perang.

“Setelah Perang Dunia II, kepercayaan ditempatkan di PBB. Bukan niat saya untuk menyinggung siapa pun, saya tahu ada orang-orang yang sangat baik yang bekerja di sana, tetapi pada saat ini, PBB tidak berdaya untuk menegaskan,” katanya, seperti dikutip Catholic News Agency, Sabtu (2/7/2022).

“Itu membantu untuk menghindari perang—dan saya memikirkan Siprus, di mana ada pasukan Argentina. Tetapi untuk menghentikan perang, untuk menyelesaikan situasi konflik seperti yang kita alami saat ini di Eropa, atau seperti yang hidup di bagian lain dunia, ia tidak memiliki kekuatan," paparnya.

Baca Juga: Renungan Senin, 04 Juli 2022(Pekan Biasa XIV - St Elizabet dr Portugal, St Antoine Daniel)

Lebih lanjut dalam wawancara itu, paus asal Argentina ini mengatakan bahwa dia yakin inilah saatnya untuk memikirkan kembali konsep “perang yang adil.”

“Saya percaya inilah saatnya untuk memikirkan kembali konsep perang yang adil. Sebuah perang mungkin adil, ada hak untuk membela diri. Tetapi kita perlu memikirkan kembali cara konsep itu digunakan saat ini,” katanya.

“Saya telah mengatakan bahwa penggunaan dan kepemilikan senjata nuklir tidak bermoral. Menyelesaikan konflik melalui perang berarti mengatakan tidak pada penalaran verbal, menjadi konstruktif. Perang pada dasarnya adalah kurangnya dialog.” ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X