• Sabtu, 18 April 2026

Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia:, Ini Harapan Misionaris dari Indonesia

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Jumat, 1 Juli 2022 | 08:20 WIB
Rm Baltasar Lukem SVD (tengah) berfoto bersama dengan Dubes RI untuk Rusia Jose Tavares (tengah berjas hitam) dan Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Moskow dalam suatu acara Desember 2021.
Rm Baltasar Lukem SVD (tengah) berfoto bersama dengan Dubes RI untuk Rusia Jose Tavares (tengah berjas hitam) dan Keluarga Katolik Indonesia (KKI) Moskow dalam suatu acara Desember 2021.

ST. PETERSBURG (Katolikku.com) -  Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api khusus selama 12 jam dari Polandia pada Selasa malam, akhirnya Presiden RI, Joko Widodo yang didampingi ibu Iriana bersama rombongan terbatas tiba dengan selamat di Kiev, ibu kota Ukraina pada Rabu (29/06/2022) sekitar pkl 09:00 waktu setempat.

Ini perjalanan bersejarah karena kunjungan itu disebut sangat berisiko karena di tengah berkecamuknya perang antara Ukraina dan Russia. Seorang misionaris Indonesia yang telah berkarya 22 tahun di Rusia mengungkapkan perasaannya dan juga harapannya atas kunjungan kemanusiaan itu.

“Puji Tuhan, perjalanan bapak Presiden Jokowi beserta rombongan aman dan tiba di Kiev dengan selamat dan semoga perjalanan ke Rusia berjalan lancar juga. Saya berharap kunjungan Presiden Joko Widodo ke dua negara yang berkonflik dapat membuahkan perdamaian, “ujar Romo Baltasar Lukem SVD di St Petersburg, Kamis (30/06/2022).

Baca Juga: Bacaan Injil, Jumat, 1 Juli 2022, (Matius 9:9-13)

Menurut rencana pada Kamis, 30 Juni 2022,  Joko Widodo dan rombongan akan tiba di Moskow dan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Romo Baltasar Lukem SVD mengaku dirinya sangat lega bahwa Presiden Joko Widodo benar-benar melakukan perjalanan kemanusiaannya ke Ukraina dan Rusia, yang sebelumnya diragukan oleh banyak orang.

1. Rm Baltasar Lukem SVD di kota St. Petersburg, Rusia
1. Rm Baltasar Lukem SVD di kota St. Petersburg, Rusia

Keraguan dari banyak pengamat muncul mengingat lemahnya posisi tawar Indonesia dalam percaturan politik luar negeri. Dan bahkan, Romo Baltasar menambahkan, Indonesia sangat lemah menjadi penengah konflik Ukraina dan Rusia mengingat dalam resolusi PBB beberapa waktu lalu Indonesia ikut mengutuk invansi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Bacaan I, Jumat, 1 Juli 2022, (Amos 8:4-6,9-12)

Meski Indonesia mengutuk invansi itu semata-mata karena pertimbangan bahwa invansi itu melanggar kemanusiaan dan kedaulatan suatu negara namun tetap dianggap sebagai tanda keberpihakan terhadap Ukraina.

“Sebagai orang Indonesia dan sekaliagus missionaris yang berkarya di Rusia, saya bangga akan kunjungan kemanusiaan Presiden Joko Widodo ke kedua negara ini. Saya bangga memiliki Presiden Joko Widodo. Dan semoga misi yang diemban Bapak Presiden akan berhasil.

Saya menjadi teringat kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet pada tahun 1961, yang merupakan tahun kelahiran Joko Widodo. Artinya ketika usia 61 tahun, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Rusia meski dalam konteks yang berbeda,” tegas rohaniwan Katolik asal Nusa Tenggara Timur ini.

Baca Juga: Kunjungi Ukraina, Presiden Jokowi: 'Ini Bentuk Kepedulian Bangsa Inonesia'

Tahun 1961 merupakan salah satu kunjungan Soekarno ke Rusia. Kunjungan lain dilakukan beberapa kali yakni tahun 1956, 1959, dan 1964. Catatan sejarah yang perlu dilihat adalah kunjungan tahun Presiden Soekarno ke Uni Soviet pada 1956.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X