KAMERUN (Katolikku.com) - Orang-orang bersenjata membakar sebuah gereja Katolik dan menculik lima imam, satu suster dan dua orang awam di Kamerun barat, tempat perang saudara berkecamuk sejak 2017.
Para uskup Katolik dari Provinsi Gerejawi Bamenda mengeluarkan pernyataan menyusul serangan 16 September terhadap Gereja Katolik St Mary di Nchang, Keuskupan Mamfe.
“Dengan sangat terkejut dan ngeri kami, para Uskup (BAPEC), mengetahui tentang pembakaran Gereja Katolik St Mary, Nchang... dan penculikan lima imam, satu suster dan dua orang awam. setia oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal,” kata pernyataan itu.
Baca Juga: Renungan Katolik, Rabu, 21 September 2022
Para uskup mengatakan mereka “mengutuk keras semua serangan terhadap Gereja dan para menterinya ini dan kami mengimbau mereka yang telah membawa para imam, biarawati, dan orang-orang Kristen di Nchang untuk membebaskan mereka tanpa penundaan lebih lanjut.”
"Kami bersikeras ini karena tindakan ini sekarang telah melewati garis merah dan kami harus mengatakan bahwa 'cukup sudah'," bunyi pernyataan itu.
Kamerun telah terlibat dalam perang saudara yang dikenal sebagai "Krisis Anglophone" di mana separatis bersenjata dari wilayah Anglophone negara di Barat Laut dan Barat Daya telah mengambil bagian dalam pemberontakan melawan pasukan pemerintah.
Kedua belah pihak telah dituduh melakukan kekejaman, termasuk pembunuhan dan penyiksaan terhadap warga sipil.
Baca Juga: Darah Santo Yanuarius Mencair di Naples Bertepatan dengan Hari Raya Orang Kudus Tersebut
Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang dan membuat 500.000 orang mengungsi sejak 2014.
Pada 6 September tersangka separatis militan menembaki sebuah bus di Muyuka, menewaskan sedikitnya enam warga sipil.
Dalam pernyataan mereka, para uskup mengatakan bahwa Gereja Katolik semakin menjadi sasaran penyerang.
“Gelombang penganiayaan terhadap hierarki Gereja sekarang menjadi permainan baru 'Perjuangan,' dan segala macam pesan ancaman dikirim terhadap misionaris yang telah menyerahkan hidup mereka untuk bekerja bagi orang-orang,” baca pernyataan para uskup. , yang mencatat bahwa gereja Presbiterian dan Baptis juga menjadi sasaran.
Diketahui, sekitar dua pertiga orang Kamerun menganut agama Kristen, sementara 25 hingga 30 persen adalah Muslim.***
Artikel Terkait
Uskup di Kamerun Dikejutkan Dengan Penembakan yang Tewaskan Gadis Cilik
Kelompok Bersenjata Serang Sekolah, Empat Siswa dan Satu Guru di Kamerun Tewas
Kelompok Bersenjata di Kamerun Serang Siswa dan Sekolah
Para Uskup Kamerun Prihatin dengan Maraknya Kasus Narkoba di Sekolah-Sekolah