BUEA KAMERUN (Katolikku.com) -- Uskup Buea Mgr Michael Bibi mengutuk penembakan pada hari Kamis terhadap seorang gadis muda di sebuah pos pemeriksaan polisi di kota itu.
Uskup Buea Mgr Michael Bibi juga mengutuk pembunuhan tanpa pengadilan terhadap petugas yang bertanggung jawab.
“Saya bergabung dengan suara saya untuk begitu banyak orang lain dalam mengutuk penembakan mengerikan di sebuah mobil yang menyebabkan kematian seorang anak yang tidak bersalah hanya karena pengemudinya tidak mematuhi pemeriksaan keamanan,” kata Uskup Buea Mgr Michael Bibi pada 14 Oktober 2021.
“Saya juga mengutuk pembunuhan perwira polisi yang melakukan tindakan massa, karena tidak ada yang berhak merenggut nyawa manusia.”
Baca Juga: Sejumlah Selebriti Dunia Bertato 'Rosario', Begini Pengakuan Charisma Carpenter
Seperti dilaporkan Catholic News Agency (20/10/2021), Enondiale Tchuengia Carolaise, yang berusia sekitar lima tahun, ditembak mati ketika pengemudi mobil yang ia tumpangi ke sekolah menolak berhenti di pos pemeriksaan polisi. Di dalam mobil ada Enondiale Tchuengia Carolaise, dua anak lainnya, ibunya, dan seorang sopir, demikian dilaporkan France 24.
Seorang polisi melepaskan tembakan ke kendaraan itu, menyerang Enondiale Tchuengia Carolaise.
Pos pemeriksaan semacam itu di Kamerun sering kali melibatkan permintaan suap. Petugas itu diduga menginginkan 500 franc CFA Afrika Tengah, setara dengan $0,89.
Baca Juga: Di Pakistan Gadis-Gadis Non-Muslim di Bawah Umur Diculik dan Dipaksa Masuk Islam
Kerumunan segera berkumpul di lokasi, menangkap petugas gendarme dan memukulinya sampai mati.
Jenazah Enondiale Tchuengia Carolaise dimakamkan pada hari itu juga.
“Saya merasakan kepedihan keluarga mendiang Carolaise dan mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam keadaan yang sama,” kata Uskup Bibi.
“Saya menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga yang ditinggalkan dan mendesak Anda semua untuk berdoa bagi orang yang meninggal.”
“Gereja selalu menjunjung tinggi hak untuk hidup bagi setiap individu. Hak ini berasal dari kenyataan bahwa setiap pribadi manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27), dan dengan demikian memiliki martabat manusia, apa pun kondisinya,” katanya.
Baca Juga: Serangan Paskah Tingkatkan Permusuhan Terhadap Muslim di Sri Lanka
Artikel Terkait
Para uskup Asia Tengah Membentuk Konferensi Regional Baru
Lagi, Uskup Anglikan Terkemuka Pindah ke Gereja Katolik
Uskup Emeritus Mgr FX Hadisumarto O.carm Kunjungi STFT Widya Sasana, Terharu Menyaksi Perkembangan
Para Uskup Argentina Sambut Pengakuan Vatikan Atas Kemartiran Dua Imam
Begini Pesan Uskup Emeritus Mgr. Mikhael Angkur OFM Bagi Imam Baru Romo Ignasius Azevedo Viarez
Apa itu Sinode Para Uskup? Simak Opini Teolog Yesuit
Paus Fransiskus Tahbiskan Dua Uskup Baru di Basilika Santo Petrus
Uskup Penentang Rezim Komunis China Meninggal Pada Usia 99 Tahun
Dirjen Bimas Katolik Silaturahmi ke Uskup Palangkaraya Mgr. Aloysius Maryadi MSF
Para Uskup Irlandia Undang Umat Beriman Berjalan Bersama dalam Sinode