Tahap ini, Anies naik peringkat dan berhasil menduduki posisi ke-2. Meskipun saat simulasi ini, Anies belum mendapatkan posisi pertama, tetapi saat survei 2 nama Anies menduduki peringkat pertama dan Ganjar bergeser ke peringkat ke-2.
Arya mengungkapkan CSIS melakukan survei head to head ini karena memiliki dugaan bila hanya survei 3 nama, maka akan terjadi 2 putaran dan tidak ada calon yang memperoleh polling di atas 50 persen.
"Kenapa head to head? Begini, kalau kita lihat 3 nama, itu kemungkinan akan 2 putaran. Karena tidak ada calon mendapatkan di atas 50 persen, dan data ini populasinya milenial besar, kemungkinan tidak akan bergerak jauh dari populasi umum", kata Arya dalam pemaparan hasil survei CSIS bertajuk Pemilih Muda dan Pemilu 2024: Dinamika dan Preferensi Sosial Politik Pascapandemi, Senin, 26 September 2022.
Survei CSIS ini dilakukan pada populasi pemilih muda berusia 17-39 tahun (generasi Z usia 17-24 tahun dan generasi milenial usia 24-39 tahun) dan dilakukan pada periode 8-13 Agustus 2022.
Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling terhadap 1.200 responden di 34 provinsi dan telah dilakukan proses kendali mutu dengan data yang valid dianalais sebesar 1.192 sample. Margin of error sebanyak +/-2,84 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
CSIS melakukan survei ini untuk mengukur dan mengetahui preferensi politik muda ke depan tentang calon presiden dan partai poltik. ***
Artikel Terkait
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Serahkan IMB dan Hadiri Peletakan Batu Pertama 'Gereja Damai'
Doa Pendeta Rumambi untuk Anies Baswedan: Menteri, Bapak Sudah Pernah, yang Belum Pernah Apa?
Wanita Berbusana Ala Biarawati Katolik, Promosikan Figur Anis Baswedan Jadi Capres 2024
Terlalu Dini 'Dukung' Anies Baswedan Jadi Capres 2024, Suster Andrea dari Cilacap Minta Maaf