• Sabtu, 18 April 2026

Serba-Serbi 'PINTU SUCI': Sejarahnya

- Kamis, 2 Januari 2025 | 12:38 WIB
Paus membuka Pintu Suci pada Selasa, 24 Desember 2024
Paus membuka Pintu Suci pada Selasa, 24 Desember 2024

Oleh: Uskup Agung Pieor Marini*

RITUS PEMBUKAAN PINTU DALAM TRADISI

Menurut uraian yang diberikan pada tahun 1450 oleh pedagang Giovanni Ruccellai dari Viterbo, Paus Martinus V adalah Paus pertama yang memperkenalkan 'Pintu Suci' dalam sejarah Yubileum.

Disebutkan, pada tahun 1423, Paus Martinus V membuka 'Pintu Suci' di Basilika Santo Yohanes Lateran, Roma.

Pada masa itu, Tahun Suci dirayakan setiap 33 tahun.

Di Basilika Vatikan, pembukaan Pintu Suci pertama kali disebutkan pada Natal 1499.

Pada kesempatan itu, Paus Alexander VI menghendaki agar Pintu Suci dibuka tidak hanya di Basilika Santo Yohanes Lateran, tetapi juga di Basilika Roma lainnya: Basilika Santo Petrus, Basilika Santo Maria Maggiore, dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Sebuah pintu kecil, mungkin pintu layanan di bagian kiri fasad Basilika Santo Petrus, kemudian diperbesar dan diubah menjadi Pintu Suci, di lokasi yang sama dengan tempatnya saat ini.

Hal ini melibatkan penghancuran kapel yang dihiasi mosaik yang terletak di dalam Basilika dan yang telah dipersembahkan oleh Paus Yohanes VII kepada Bunda Allah.

Baca Juga: Paus saat Angelus: Lindungi Kehidupan untuk Membangun Peradaban yang Damai

Paus juga menghendaki agar norma-norma Upacara Tahun Suci, yang dibiarkan samar-samar oleh para pendahulunya, didefinisikan lebih jelas, khususnya ritus pembukaan dan penutupan Pintu Suci.

Penyusunan ritus dipercayakan oleh Paus kepada John Burckard, Master of Papal Ceremonies, penduduk asli Strasbourg dan Uskup dari Keuskupan Civita Castellana dan Orte.

Pintu Suci Yubelium 1500 dibuka pada Malam Natal 1499 dan ditutup pada Hari Raya Epifani tahun 1501.

Ritual yang disiapkan oleh Burckard dan disetujui oleh Paus, selain beberapa perubahan kecil yang diperkenalkan pada tahun 1525 oleh Master of Ceremonies Biagio da Cesena, telah diikuti secara substansial dalam semua Yubelium berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dari Masjid ke Pelayanan Musik Gereja Katolik

Jumat, 20 Maret 2026 | 10:37 WIB

Enam Atlet Katolik yang Menginspirasi Dunia Olimpiade

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:25 WIB

Paus Vigilius, Paus ke-59

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:14 WIB

Paus Santo Agapetus I – Paus ke-57

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:04 WIB
X