• Sabtu, 18 April 2026

Pintu Suci Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore Telah Dibuka

- Kamis, 2 Januari 2025 | 11:34 WIB
Pembukaan Pintu Suci dan Misa di Basilika Santa Maria Maggiore  di Roma
Pembukaan Pintu Suci dan Misa di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma

KOTA VATIKAN (Katolikku.com) - Pintu Suci Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore telah dibuka, menandai dimulainya Tahun Yubelium 2025, dengan Kardinal Rolandas Makrickas mengundang para peziarah untuk menempuh perjalanan iman di bawah bimbingan keibuan Maria.

Pintu Suci Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore telah resmi dibuka. Upacara yang berlangsung pada hari Rabu, 1 Januari, dipimpin oleh Kardinal Rolandas Makrickas, imam agung pembantu dari Lithuania di basilika tersebut, yang diangkat ke pangkat kardinal dalam konsistori Paus Fransiskus pada bulan Desember 2024.

Dalam homilinya selama Misa setelah pembukaan pintu, Kardinal Makrickas merenungkan makna spiritual Pintu Suci dan hubungannya yang mendalam dengan Perawan Maria, Bunda Allah.

Baca Juga: Paus saat Angelus: Lindungi Kehidupan untuk Membangun Peradaban yang Damai

“Perjalanan kita dimulai hari ini,” katanya “dengan bunyi lonceng kuno yang dikenal sebagai ‘Yang Hilang’, yang berdentang dari puncak Bukit Esquiline. Lonceng ini telah menuntun banyak peziarah selama berabad-abad, menjadi mercusuar harapan dan panggilan untuk berdoa.”

Maria: Cahaya penuntun

Kardinal mengajak umat beriman untuk merenungkan peran Maria sebagai cahaya penuntun bagi umat manusia. Mengacu pada perkataan Rasul Paulus, “ketika genap waktunya, Allah mengutus Putra-Nya, yang lahir dari seorang perempuan”, ia menjelaskan bahwa Maria mewujudkan genapnya waktu. “Ia adalah jalan yang dipilih oleh Allah,” katanya.

Baca Juga: Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja

“Melaluinya, keabadian dan sejarah dipersatukan. Ia adalah Bunda yang Tak Bernoda, yang membawa waktu Allah yang tak terbatas ke dalam kehidupan kita yang terbatas.”

Basilika tersebut juga menyimpan ikon Maria, Salus Populi Romani, dan saat merenungkan ikon tersebut, kardinal berkata, “di mana Bunda Maria hadir, kekacauan tidak akan menang, ketakutan tidak akan menang.

Tangan keibuannya membelai kehidupan kita, mantelnya melindungi kita, sama seperti ia melindungi bayi Yesus di palungan.”

Ikon Maria "Salus Populi Romani"
Ikon Maria "Salus Populi Romani"

Ikon Maria "Salus Populi Romani"
Perjalanan pembaruan

Umat beriman kemudian diingatkan tentang relik Buaian Suci, yang juga terletak di dalam basilika. "Pikirkanlah," desak kardinal, "waktu kita ditentukan dari Buaian itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: vaticannews.va

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X