Suster Josee Ngalula adalah perempuan pertama dari Benua Afrika yang diangkat Paus Fransiskus menjadi anggota Komisi Teologi Internasional.
Paus Fransiskus telah menunjuk Suster Josée Ngalula dari Republik Demokratik Kongo atau Democratic Republic of Congo (DRC) sebagai wanita Afrika pertama yang menjadi anggota Komisi Teologi Internasional.
Baca Juga: Paus Fransiskus Angkat Anggota Baru Komisi Teologi Internasional
Suster Dr Josee Ngalula seperti diberitakan Vatican News, 2 O Oktober 2021, yang berusia 61 tahun adalah anggota Suster Santo Andreas. Suster Ngalula akan menjadi bagian dari Komisi teologis yang beranggotakan 28 orang yang terdiri dari para teolog dari seluruh dunia.
Asli Kinshasa
Berasal dari Republik Demokratik Kongo, Suster Josee Ngalula lahir di Kinshasa pada 28 Januari 1960. Dia bersekolah di sekolah dasar di Kinshasa sebelum melanjutkan ke SMA Kimwenza di Kinshasa.
Ia bergabung dengan Kongregasi Suster-suster Santo Andreas, di mana ia mengucapkan kaul pertamanya pada tahun 1979 dan kaul kekalnya pada 21 Mei 1993.
Baca Juga: Ahli Perjanjian Lama dan Filsuf Jerman Menangkan Ratzinger Prize 2021
Setelah belajar filsafat antara tahun 1981 dan 1983 di Seminari Tinggi Lubumbashi, ia melanjutkan studi teologi lebih lanjut dari tahun 1984 hingga 1989 di Universitas Katolik Lyon di Prancis.
Setelah satu tahun belajar bahasa Inggris dari tahun 1989 hingga 1990, ia belajar Ekumenisme dan Dialog Antaragama di Birmingham, Inggris.
Baca Juga: Paus Fransiskus Berterima Kasih Kepada Kelompok Disabilitas
Dari tahun 1997 hingga 2000, ia mendaftar untuk gelar doktor di Universitas Katolik Lyon dan mempertahankan tesisnya pada tahun 2000.
Suster Josee Ngalula mengajar di beberapa institut teologi di benua Afrika. Dia adalah seorang profesor di Fakultas Teologi Universitas Katolik Kongo dan juga di Institut Ekumenis Al Mowafaqa di Rabat, Maroko.