Setelah hari Sabat lewat, menjelang fajar hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain menengok kubur itu.
Maka terjadilah gempa bumi yang dahsyat; sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu, menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih seperti salju. Penjaga-penjaga itu gemetar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Matius 28:1–4
Para malaikat Tuhan hadir pada saat-saat paling penting dalam sejarah manusia. Ada banyak penyebutan tentang malaikat di Perjanjian Lama.
Di Perjanjian Baru, Inkarnasi Juruselamat Dunia diumumkan oleh seorang malaikat agung. Ribuan malaikat hadir pada kelahiran-Nya.
Baca Juga: Sabtu Suci/Bunda Maria Sabtu Suci
Seorang malaikat berbicara kepada Santo Yosef pada empat kesempatan berbeda. Ketika Yesus memulai pelayanan publik-Nya dan mengatasi godaan iblis di padang gurun, para malaikat dari Surga datang untuk melayani-Nya.
Ketika Yesus berdoa dalam kesunyian, terutama selama penderitaan-Nya di taman, Dia dihibur oleh para malaikat.
Di makam yang kosong, seorang malaikatlah yang pertama kali mengumumkan kabar baik bahwa Tuhan kita telah bangkit. Dan pada akhir zaman, para malaikat Tuhanlah yang akan membawa keadilan Tuhan.
Salam malaikat hari ini kepada Maria Magdalena dan Maria lainnya di makam yang kosong seharusnya mengajarkan kita bahwa pesan tentang
Kebangkitan adalah salah satu pelajaran terpenting yang dapat kita pelajari. Lebih jauh, pesan malaikat ini, yang diberikan kepada para wanita suci ini, ditujukan tidak hanya untuk mereka, tetapi juga disampaikan kepada kita hari ini.
Malaikat itu menampakkan diri yang menggambarkan kekuatan dan kekudusan yang mutlak. Ia datang secepat kilat. Wajahnya berseri-seri dengan cahaya Surgawi.
Ia langsung memindahkan batu besar itu dan duduk di atasnya, sambil mengarahkan para wanita suci ini ke makam yang kosong. Hari ini, jika kita memiliki mata iman, kita juga akan menerima wahyu batin dari Surga, sama seperti yang diterima para wanita ini.
Meskipun kita tidak akan melihat dengan mata kita apa yang mereka lihat, kita akan melihat dan mendengar melalui iman semua yang diucapkan kepada mereka.
Artikel Terkait
Berpartisipasi dalam Kasih-Nya, Renungan, Sabtu, 18 Mei 2024, Pekan VII Paskah
Ibadat Pagi: Sabtu, 18 Mei 2024, Pekan VII Paskah
Ibadat Sore: Sabtu, 18 Mei 2024, Pekan VII Paskah
Ibadat Penutup: Sabtu, 18 Mei 2024, Pekan VII Paskah
Surat Gembala Pra-Paskah Para Uskup Provinsi Gerejawi Ende
Surat Gembala Prapaskah/Paskah 2025 Uskup Labuan Bajo
Hadiah Bunga Belanda untuk Paskah di Vatikan, Tradisi yang 'Terlalu Indah untuk Disia-siakan'
Ribuan Katakumen Anak Muda dan Dewasa di Inggris dan Perancis Akan Dibabtis pada Malam Paskah Ini