• Sabtu, 18 April 2026

Paus Fransiskus dan Kesederhanaan... -Sekadar Satu Perenungan

- Rabu, 23 April 2025 | 20:54 WIB
Kons Beo SVD
Kons Beo SVD

Baca Juga: Jenazah Paus Fransiskus Dipindahkan dari Casa Santa Marta ke Basilika Santo Petrus

Ternyata, 'sederhana dan apa adanya itu adalah soal menyangkut keputusan. Yang lahir dari kedalaman perenungan. Di alam serba ada, berkelimpahan, bisa dilayani sejadinya dan seistimewanya, tetap ada keputusan personal dari Paus Fransiskus yang menentukan pada titiknya.

Karena 'kesederhanaannya' Paus Fransiskus sekian 'spontan, bebas dan tak terikat' untuk membawa dirinya demi menyapa sesama dan dunia atau pun sebaliknya.

Kemewahan dan terlalu diistimewakan sering jadi penghalang untuk satu perjumpaan.

Tampaknya, Paus Fransiskus bersuara agar orang mesti sanggup singkirkan segala yang elitis, yang hanya mau ciptakan jarak, antara satu dengan yang lain.

Hanya dalam kesederhanaan bangsa manusia bisa merasa senasib dan sepenanggungan dalam citra hati penuh rasa dan tindak solider.

Bagaimana pun, kesederhanaan nyata Paus Fransiskus bukanlah sebuah 'kisah dan teladan hidup yang tertatap dari sebuah jarak pandang sebatas rasa kagumi.' Bukan!

Untuk menjadi 'sederhana, sahaja dan apa adanya' memang dibutuhkan 'keberanian hati untuk memutuskan.' Atas dasar suara hati yang bening penuh tulus, berkeputusanlah untuk diri sendiri demi menjadi 'sederhana, pas, sudah cukuplah untuk ku.'

Dan lagi? Ternyata kesederhaan itu tak hanya sebatas 'seperlunya pada yang material.' Atau tak terjebak dalam perangkap kemewahan penuh boros dan foya-foya. Tak hanya itu...

Di alam selanjutnya? Kesederhanaan adalah alam hati yang mudah menjangkau sesama, serta tak sulit untuk dijumpai. Semuanya dalam 'apa adanya.' Kesederhanaan itu memperjumpakan dalam alam saling menghormati serta penuh kasih sayang.

Baca Juga: Warga Masyarakat Datangi Kedubes Vatikan untuk Ucapkan Bela Sungkawa atas Berpulangnya Paus Fransiskus

Dari cara Paus Fransiskus membedah Injil, seperti di setiap kesempatan Doa Angelus, dari kata-kata yang mudah ditangkap, Paus isyaratkan 'cara sederhana agar Sabda Tuhan mudah dimengerti.

Di hari-hari ini sepertinya Gereja, dunia, tengah perlahan-lahan melepaskan ke ibu bumi dan ke Rumah Bapa surgawi, bukan seorang Paus dan Kepala Negara, melainkan seorang yang dibaptis, murid Tuhan.

Entahlah di hadapan Rasul Petrus, Paus Pertama, pemegang Kunci Kerajaan Surga, Bapa Fransiskus akan memperkenalkan diri sebagai Paus yang ke 266? Mungkin saja ia tetap bertahan sebagai seorang Katolik bernama baptis Jorge Mario Bergoglio....


Verbo Dei Amorem Spiranti

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB
X