• Sabtu, 18 April 2026

Paus Fransiskus 'Menciptakan Kesulitan'

- Kamis, 24 April 2025 | 12:10 WIB
Paus Fransiskus
Paus Fransiskus

Maria Magdalena mencari Dia yang hidup tempat orang mati, sebuah pencarian yang tidak akan menemukan Yesus.

Dia yang hidup harus dicari di tempat orang hidup yakni dalam hati yang berkobar, kasih yang digerakkan, dan hidup yang penuh semangat.

Kata-kata itu mengingatkan saya akan salah tempat yang sering kita lakukan yang sekaligus menggambarkan siapa diri kita.

Contoh paling jelas pada kupu-kupu dan lalat yang memilih tempat karena suda hada preferensi dalam dirinya.

Kupu-kupu cenderung suka tempat yang indah dengan bunga-bunga lebat dan klembapan tinggi karena dalam dirinya ada preferensi.

Sebaliknya lalat lebih suka tempat yang kotor dan menjijikkan karena memang dalam preferensinya diarahkan untuk itu.

Di sini pesan tentang persoalan yang kita ciptakan bisa terjawab. Kotoran dan bangkai tidak bisa dipersalahkan sebagai penyebab.

Masalah di dunia tidak bisa dipersalahkan (karena memang dia sudah jadi masalah). Yang meestinya dipersoalkan adalah adalah preferensi yang sudah ada dalam diri.

Baca Juga: Viral! Mantan 'Miss California AS' Carrie Prejean Boller Masuk Gereja Katolik: ‘Akhirnya Saya Pulang’

Kalau demikian maka persoalan tidak disebabkan, sumbernya ada dalam diri yang sudah punya kecendrungan kepada ‘bangkai’.

Maria Magdalena berdasarkan pengalamannya sudah punya prasangka bahwa Yesus Wafat dan tempatnya ada di antara orang mati.

Tetapi Malaikat itu menghardik bahwa kalau cari Dia, cari di antara orang hidup dan bukan orang mati.

Kata-kata ini begitu kuat menjadi pesan berharga di saat kematian Paus Fransiskus. Ia sadarkan bahwa yang ciptakan masalah dan kesulitan adalah diri kita sendiri.

Kita ciptakan sendiri oleh preferensi, kecendrungan kita yang sudah salah sehingga salah memilih. Yang paling baik adalah tahu di mana dan kapan kita harus berada hal mana ditunjukkan Paus Fransiskus: Dengan presiden Sudan ia tahu bagaimana dan kapan.

Dengan Messi juga ia tahu bagaimana cara masuk, dan dengan siap saja Paus yang ‘fenomenal itu tahu waktunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB
X