Pater Marselinus Agot, SVD lahir pada 2 Mei 1950 di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan imam Katolik dari Serikat Sabda Allah (SVD) yang dikenal sebagai gembala sederhana, tegas, dan berpihak pada kaum kecil.
Ia merayakan ulang tahun ke-71 pada 2 Mei 2021 di Labuan Bajo, wilayah yang menjadi pusat pengabdiannya dalam pelayanan umat, sosial, dan lingkungan.
Ia ditahbiskan sebagai imam pada akhir dekade 1970-an dan kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar Licentiate (Lic.) di Roma.
Dalam bidang pendidikan, Pater Marsel pernah menjabat sebagai Kepala STKIP Ruteng pada era akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Ia dikenal sebagai pemimpin visioner yang mendorong lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan peka terhadap persoalan sosial.
Memasuki dekade 1990-an, keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan di Manggarai menggerakkannya memulai aksi penghijauan.
Ia menjadi pelopor penanaman sekitar tiga juta pohon di wilayah Manggarai Raya. Baginya, merawat alam adalah bagian dari iman, sebagaimana mottonya: “Bila ingin melestarikan alam, mulailah dari diri sendiri.”
Sejak tahun 2000-an, ia berkarya di Labuan Bajo dan pernah menjabat sebagai Kepala SMAK Santo Ignatius Loyola pada 2002. Ia aktif dalam advokasi sosial, lingkungan, dan hak masyarakat adat.
Hingga akhir hayatnya, Pater Marsel dikenang sebagai imam yang berani bersuara, setia mendampingi umat, dan konsisten memperjuangkan keadilan serta kelestarian ciptaan. Warisan hidupnya tetap hidup dalam kenangan dan inspirasi banyak orang.
Artikel Terkait
Hari Keempat di Afrika: Paus Leo XIV Serukan Akhir Krisis Anglophone di Kamerun
Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal
Renungan 107: Mengungkapkan Jiwa Anda dalam Pengakuan Dosa
Ya, Yesus, Anak domba Allah, Engkau Telah Menebus Kami dengan DarahMu, Alleluya
Semoga Kasih SetiaMu Menghibur Aku Sesuai dengan JanjiMu, alleluya.
Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu
Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya
'Jangan Takut Itu Tidaklah Berarti Asal Berani. Apalagi Berani Yang Tak Terkendali dan Tak Terarah!'
Paus Leo XIV di Douala: Kaum Muda Afrika Diminta Tolak Kekerasan dan Korupsi