• Sabtu, 18 April 2026

Para Uskup Katolik di Kamerun Minta Para Orang Tua Tak Takut Menyekolahkan Anak-anak

- Rabu, 30 Agustus 2023 | 18:15 WIB
Uskup Agung Andrew Fuanya Nkea (kiri) dan Uskup George Nkuo (kanan).
Uskup Agung Andrew Fuanya Nkea (kiri) dan Uskup George Nkuo (kanan).

Uskup Agung Andrew Fuanya Nkea (kiri) dan Uskup George Nkuo (kanan). Kredit: Keuskupan Agung Bamenda/Keuskupan Kumbo

BAMENDA (Katolikku.com) - Para Uskup Katolik di Provinsi Gerejawi Bamenda (BAPEC), dalam pesan terpisah, memperingatkan para orang tua agar tidak takut menyekolahkan anak-anak mereka meskipun krisis berkepanjangan di wilayah mereka.

Wilayah berbahasa Inggris di Kamerun yang mencakup BAPEC terjerumus ke dalam konflik pada tahun 2016 setelah protes yang dilakukan oleh pengacara dan guru berubah menjadi kekerasan. Sebuah gerakan separatis bersenjata yang mengklaim kemerdekaan Republik Ambazonia muncul setelah tindakan keras pemerintah terhadap pengunjuk rasa.

Boikot sekolah sudah menjadi hal biasa di wilayah ini, begitu pula dengan diberlakukannya moratorium kehidupan publik yang dikenal sebagai "kota hantu".

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin, 28 Agustus, Ordinaris Daerah Keuskupan Kumbo mengajak pihak berwenang untuk menciptakan peluang dimulainya kembali sekolah yang dijadwalkan pada 4 September secara nasional.

“Para orang tua, jangan takut untuk mengirim anak-anak Anda kembali ke sekolah,” kata Uskup George Nkuo dalam pesannya.

Baca Juga: Renungan Katolik, Jumat, 31 Agustus 2023 (Pekan Biasa XXI, St Adian, St Nikodemus, St Nonnatus)

Uskup Nkuo menambahkan, “Saat kita mempersiapkan pembukaan kembali sekolah untuk tahun ajaran 2023/2024, sangatlah penting untuk bersyukur kepada Tuhan bahwa persiapan sekolah telah dimulai.”

“Tetapi akan menarik untuk melihat semakin banyak anak, semakin banyak pula kesempatan yang diberikan kepada anak-anak kita untuk kembali bersekolah,” katanya.

Uskup Katolik asal Kamerun yang memimpin Keuskupan Kumbo sejak Konsekrasi Episkopalnya pada bulan September 2006 mengimbau pihak-pihak yang bertikai dalam krisis bahasa Inggris untuk mengizinkan anak-anak bersekolah.

“Biarlah mereka memberikan kesempatan kepada anak-anak, mewujudkannya, memberi ruang, jangan menghalangi mereka untuk kembali bersekolah. Pintu sekolah harus terbuka sehingga di mana pun anak-anak berada, mereka dapat memperoleh kesempatan untuk bersekolah,” kata Uskup Katolik berusia 70 tahun itu.

Sementara itu, Uskup Agung Andrew Fuanya Nkea dari Keuskupan Agung Bamenda mengatakan, “Semua anak harus bersekolah.”

Baca Juga: KALENDER LITURGI, Kamis, 31 Agustus 2023: Bacaan Injil: Mat 24: 42-51

“Saya telah mengatakan hal ini baik pada waktunya maupun di luar musimnya, diterima atau tidak, dianiaya atau dipuji, anak-anak harus pergi ke sekolah,” kata Uskup Nkea, yang merupakan Presiden Konferensi Episkopal Nasional Kamerun (NECC) dalam pesannya tanggal 26 Agustus. .

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X