KUPANG (Katolikku.com) - Setelah Sinodal Keuskupan Agung Kupang resmi dibuka pada 18 Oktober lalu oleh Mgr Petrus Turang, tahapan berikut adalah pembahasan di tingkat paroki.
Karena itu, pada Sabtu, 30 Oktober 202, Paroki Santa Maria Assumpta menggelar pertemuan sinodal bertema “Menuju Gereja Sinodal : Persekutuan, Partisipasi dan Misi”.
Seperti diketahui, pada Oktober 2021, Sri Paus Fransiskus, membuka suatu perjalanan sinodal berjangka tiga tahun dengan tiga tahapan; diosesan, kontinental dan universal, dalam bentuk konsultasi, doa dan penegasan, yang akan berpuncak pada Sidang para Uskup, Oktober 2023 di Roma.
Baca Juga: Uskup Baucau, Mgr. Basilio do Nascimento Telah Berpulang, RIP
Seperti dilansir mediantt.com, pada pertemuan Sinode 2021-2023 Tingkat Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang itu, dibuka dengan perayaan ekaristi kudus.
Perayaan dipimpin oleh Pastor Paroki Romo Rudy Tjung Lake. Dia didampingi Romo Dedy Ladjar, Romo Egy, Romo Andy dan Diakon serta pengurus dan penasehat DPP Paroki, para ketua wilayah, ketua kelompok umat basis (KUB), Orang Muda Katolik (OMK) dan kelompok kategorial se-Paroki Sta Maria Assumpta – Kota Baru Kupang.
Baca Juga: Santo Alphonsus Rodríguez dari Segovia, Spanyol
Romo Rudy mengatakan, sinodal tingkat paroki merupakan bentuk partisipasi gereja dalam perjalanan sinodalitas Gereja Katolik Universal yang dicanangkan Bapa Suci, Paus Fransiskus, dengan tema utama “Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan”.
Setelah selesai perayaan ekaristi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan secara detail 10 pertanyaan penuntun sinodal Paroki Santa Maria Assumpta.
Baca Juga: Renungan dan Doa Kerahiman Warisan Santa Faustina dari Catatan Harian ke 1488
Setiap tema dibedah secara bersama dalam kelompok selanjutnya diplenokan untuk mendapat sanggahan dan usul saran demi perbaikan, agar nanti menjadi rekomendasi paroki untuk sonodal di tingkat Keuskupan Agung Kupang.
“Semua akan dibagi dalam 10 kelompok sesuai jumlah wilayah untuk membahas 10 pertanyaan penuntun yang disiapkan,” kata Romo Rudy.
10 pertanyaan penuntun utama adalah teman perjalanan, mendengarkan, berbicara, merayakan, bertanggung jawab dalam misi, dialog dalam gereja dan masyarakat, dengan denominasi Kristen lainnya, kewenangan dan partisipasi, memahami dan memutuskan, juga membina diri dalam sinodalitas.
Baca Juga: Para Uskup AS Kritik Keras Pertemuan Paus Fransiskus dan Joe Biden Via Twitter
Artikel Terkait
5 Cara Paus Yohanes Paulus II Ubah Gereja Katolik Selamanya
Selamat Bermuspas (Apresiasi Untuk Mgr Vincentius Sensi Potokota dan Peserta Muspas VIII KAE)
Muspas dan Teologi Sinodalitas