JAKARTA (Katolikku.com) - 'Rendah hati, apa adanya dan tidak menutupi kekurangan' adalah kesan selalu muncul ketika siapa pun berjumpa dengan sosok Uskup Emeritus Mgr. Franciscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm.
Kesan serupa dialami pula oleh kru Warta Minggu (WM) Multi Media, Paroki Maria Bunda Karmel, Tomang Jakarta Barat ketika mewawacarainya beberapa tahun silam.
Dalam terbitan Senin, 26 Desember 2016, 08:22 Media Paroki Tomang itu menggambarkan bahwa saat itu, posisi duduk kru WM Multi Media berada di sisi kiri Mgr Hadi. Namun Mgr. Hadi meminta WM pindah ke posisi sebelah kanan sisinya.
"Maaf bisa pindah ke posisi sebelah kanan saya? Pendengaran sebelah kiri saya sudah tidak bagus. Jadi, tolong pindah ke sebelah kanan, dan agak keras jika berbicara dengan saya. Pendengaran saya yang sebelah kanan lebih baik," tutur Mgr. Hadi.
Sosoknya masih kelihatan segar. Meski begitu, ia mengaku bahwa kondisinya sudah semakin menurun, dan saat wawancara berlangsung, ia baru saja sembuh dari sakit.
Mgr Hadi bercerita, tulis WM Multi Media, ada tiga ruas tulang belakangnya yang harus dioperasi di Singapura. Itulah alasan mengapa dia menggunakan penyangga tulang belakang. Meski menggunakan penyangga tulang belakang, tidak mempengaruhi aktivitas memimpin misa.
Baca Juga: Bacaan Injil, 12 Februari 2022, Hari Biasa (Markus 8:1-10)
"Saya selalu pakai penyangga tulang belakang, kadang saya susah berjalan. Kalau berdiri saat misa berlangsung tidak masalah, hanya jika berjalan agak sulit. Rasanya seperti kesemutan, jadi berjalan musti perlahan-lahan," kata Mgr. Hadi, sambil memperlihatkan penyangga tulang belakangnya.
Menurut Mgr. Hadi, berada selama sepuluh tahun di Wisma Karmelit Jakarta, cukup menyenangkan karena semua faslitas tersedia, ada kamar be –AC dan segala fasilitas yang lain. Namun, dia menambahkan, akan lebih senang lagi jika bisa hidup wajar.
"Hidup wajar di sini agak sulit ya. Salah satu contohnya, orang harus menggunakan Air Conditioner (AC), karena udara Jakarta memang sangat panas sekali. Jadi ya, memang sulit untuk bisa hidup wajar," ujar Mgr.Hadi.
Baca Juga: Bacaan I, 12 Februari 2022, Hari Biasa (1 Raja 12:26-32;13:33-34)
Jika diminta memilih, ia lebih suka tinggal di Malang. "Memang di sini kelihatan agak mewah ya. Tapi sebenarnya wisma ini ada sejarahnya. Karmelit di Jakarta tidak mempunyai rumah, pastoran itu milik keuskupan. Jadi tidak enak apabila kita numpang di pastoran," kata Mgr. Hadi.
Artikel Terkait
Ketua KWI Ignatius Surharyo Harapkan KVKI Jadi Sarana Tingkatkan Semangat Nasionalisme
Ditjen Bimas Katolik Gandeng KWI Susun Program Kerja Berbasis Anggaran Tahun Anggaran 2022
Ditjen Bimas Katolik dan KWI Beri Pelatihan bagi Para Pembina Keluarga
Solidaritas Awam Katolik Keluarkan 10 Pernyataan Sikap Soal Konflik Papua, Minta KWI untuk Ikut Bersuara
Ditjen Bimas Katolik gandeng KWI Terbitkan Buku Moderasi Beragama
KWI Gandeng Marriot International Bangun Resort Mewah di Labuan Bajo
SGPP KWI Undang Zoom Meeting
Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2021: Cinta Kasih Kristus yang Menggerakan Persaudaraan
Romo Paulus Christian Siswantoko Diangkat Jadi Sekretaris Eksekutif KWI
Mantan Ketua KWI, Uskup Emeritus Mgr F.X Hadisumarta Meninggal Dunia. RIP
Jadwal Ibadat dan Misa Arwah Terkait Meninggalnya Mgr Hadisumarta OCarm