• Sabtu, 18 April 2026

Mgr Hadisumarta, O.Carm: ‘Saya Pernah Naik Skuter dari Malang ke Jakarta’

- Sabtu, 12 Februari 2022 | 09:04 WIB
Mrg F.X Hadisumarta O.Carm
Mrg F.X Hadisumarta O.Carm

 

JAKARTA (Katolikku.com) - 'Rendah hati, apa adanya dan tidak menutupi kekurangan' adalah kesan selalu muncul ketika siapa pun berjumpa dengan sosok Uskup Emeritus Mgr. Franciscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm.

Kesan serupa dialami pula oleh kru Warta Minggu (WM) Multi Media, Paroki Maria Bunda Karmel, Tomang Jakarta Barat ketika mewawacarainya beberapa tahun silam.

Dalam terbitan Senin, 26 Desember 2016, 08:22 Media Paroki Tomang itu menggambarkan bahwa saat itu, posisi duduk kru WM Multi Media berada di sisi kiri Mgr Hadi. Namun Mgr. Hadi meminta WM pindah ke posisi sebelah kanan sisinya.

Baca Juga: Renungan Sabtu, 12 Februari 2022 (Pekan Biasa V - St Benediktus Anaine, St Julianus Hospitaller, St Meletius)

"Maaf bisa pindah ke posisi sebelah kanan saya? Pendengaran sebelah kiri saya sudah tidak bagus. Jadi, tolong pindah ke sebelah kanan, dan agak keras jika berbicara dengan saya. Pendengaran saya yang sebelah kanan lebih baik," tutur Mgr. Hadi.

Sosoknya masih kelihatan segar. Meski begitu, ia mengaku bahwa kondisinya sudah semakin menurun, dan saat wawancara berlangsung, ia baru saja sembuh dari sakit.

Mgr Hadi bercerita, tulis WM Multi Media, ada tiga ruas tulang belakangnya yang harus dioperasi di Singapura. Itulah alasan mengapa dia menggunakan penyangga tulang belakang. Meski menggunakan penyangga tulang belakang, tidak mempengaruhi aktivitas memimpin misa.

Baca Juga: Bacaan Injil, 12 Februari 2022, Hari Biasa (Markus 8:1-10)

"Saya selalu pakai penyangga tulang belakang, kadang saya susah berjalan. Kalau berdiri saat misa berlangsung tidak masalah, hanya jika berjalan agak sulit. Rasanya seperti kesemutan, jadi berjalan musti perlahan-lahan," kata Mgr. Hadi, sambil memperlihatkan penyangga tulang belakangnya.

Menurut  Mgr. Hadi,  berada selama sepuluh tahun di Wisma Karmelit Jakarta, cukup menyenangkan karena semua faslitas tersedia, ada kamar be –AC dan segala fasilitas yang lain. Namun, dia menambahkan, akan lebih senang lagi jika bisa hidup wajar.

"Hidup wajar di sini agak sulit ya. Salah satu contohnya, orang harus menggunakan Air Conditioner (AC), karena udara Jakarta memang sangat panas sekali. Jadi ya, memang sulit untuk bisa hidup wajar," ujar Mgr.Hadi.

Baca Juga: Bacaan I, 12 Februari 2022, Hari Biasa (1 Raja 12:26-32;13:33-34)

Jika diminta memilih, ia lebih suka tinggal di Malang. "Memang di sini kelihatan agak mewah ya. Tapi sebenarnya wisma ini ada sejarahnya. Karmelit di Jakarta tidak mempunyai rumah, pastoran itu milik keuskupan. Jadi tidak enak apabila kita numpang di pastoran," kata Mgr. Hadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: Warta Minggu Multi Media Paroki Tomang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X