• Sabtu, 18 April 2026

Kenangan Uskup Emeritus Hadisumarta dengan Sahabatnya Romo Mangun

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Minggu, 13 Februari 2022 | 13:37 WIB
Uskup Emeritus Mgr. Fransiscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm memiliki persahabatan yang sangat dekat dengan Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau yang populer dikenal dengan nama Romo Mangun.
Uskup Emeritus Mgr. Fransiscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm memiliki persahabatan yang sangat dekat dengan Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau yang populer dikenal dengan nama Romo Mangun.

 

JAKARTA (Katolikku.com) - Uskup Emeritus Mgr. Fransiscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm memiliki persahabatan yang sangat dekat dengan Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau yang populer dikenal dengan nama Romo Mangun.

Persahabatan keduanya muilai terjalin ketika mereka sama-sama menempuh pendidikan menengah di SMU Santo Albertus Malang, Jawa Timur.

Selain itu, keduanya juga sama-sama berasal dari Ambarawa, Jawa Tengah. Meski Uskup Hadi lebih muda tiga tahun, tetapi keduanya menjalin hubungan yang sangat karib.

Baca Juga: Bible Corner, Pekan Biasa VI, Minggu 13 Februari 2022 (Bacalah Injil Lukas 6:17.20-26)

Uskup Hadisumarta lahir di Ambarawa pada 13 Desember 1932, sedangkan Romo Mangun lahir pada 6 Mei 1929.
 

Ketika terjadi Agresi Militer Belanda tahun 1948, seminari dan sekolah-sekolah milik Belanda, diduduki NICA, sehingga para siswa seminari harus diungsikan ke luar.

Akhirnya, Hadisumarta dan YB Mangun remaja disarankan untuk pindah ke Malang.

Dalam obrolan dengan Warta Minggu Multi Media Paroki Tomang Jakarta tahun 2016 lalu, Uskup Hadisumarta mengisahkan bahwa saat itu, seluruh tempat pendidikan tidak memungkinkan untuk menampung para seminaris belajar dengan tenang.

Baca Juga: Bacaan Injil, 13 Februrai 2022, Hari Minggu Biasa VI (Lukas 6:17,20-26)

"Saya bersama almarhum Romo Mangun dipanggil dan disarankan ke Jawa Timur (Malang) untuk melanjutkan pendidikan. Itu terjadi sekitar tahun 1948," katanya.

Ada cerita menarik tentang Romo Mangun menurut Uskup Hadisumarta.

"Romo Y.B. Mangun itu aslinya namanya Bilyarta, Mangun itu nama ayahnya. Y.B. itu bukan Yohanes Baptis, tapi Jusuf. Dia diberi nama Bilyarta, karena lahir saat ayahnya sedang main bilyard," kenangnya.

Pada tahun 1949, dia bersama Romo Mangun kemudian berangkat ke Malang.

Baca Juga: Bacaan II, 13 Februari 2022, Hari Minggu Biasa VI (I Korintus 15:12,16-20)

 
Dari Magelang, mereka menuju pelabuhan Semarang, lalu naik kapal menuju Surabaya.

Setelah itu disambung dengan kereta api menuju Malang. Adapun SMU Santo Albertus merupakan milik Ordo Karmel Indonesia yang dikelola oleh para imam Karmel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X