NENUK (Katolikku.com) - Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya bekerjasama dengan enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pembekalan peningkatan kompetensi tambahan bagi siswa-siswi lulusan SMK secara online (daring).
Keenam SMK yang megikuti kegiatan tersebut adalah SMK Katolik St Yosef Nenuk, SMKN Oeolo TTU, SMKN 2 Komodo Manggarai Barat, SMKN 1 Lobalain Rote, SMKN 1 Kefamenanu dan SMKN 2 Waingapu Sumba Timur.
Kegiatan pembekalan peningkatan kompetensi tambahan bagi siswa-siswi lulusan SMK berlangsung selama dua hari yaitu pada Kamis (17/2) dan Jumat (18/2).
Baca Juga: Caritas Bangladesh Tawarkan Perawatan Kesehatan Gratis untuk Ibu Hamil
Dalam sambutannya, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Eddy Irwanto, ST.M.Tech yang diwakili Amanda mengatakan dalam rangka menjalankan amanat undang-undang No.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengenai kewajiban sertifikasi bagi seluruh tenaga kerja konstruksi maka BJKW IV Surabaya memberikan kegiatan pembekalan peningkatan kompetensi tambahan bagi siswa-siswi lulusan SMK.
Menurut Irwanto tujuan dari kegiatan pembekalan ini adalah menghasilkan kualitas SDM jasa konstruksi pada level terampil dan handal, meningkatkan daya saing yang dinyatakan kompeten dan menjamin pelaksanaan kegiatan yang telah memenuhi standar operational yang berlaku.
Baca Juga: Istri Mantan Bintang Porno Berbagi Kisah
"Kegiatan pembekalan untuk 6 sekolah di Provinsi NTT ini adalah hal baik yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang kegiatan program vokasi yang merupakan arahan langsung dari Bapak Presiden Jokowi," ungkap Amanda.
Kegiatan ini sudah berjalan di tahun ke lima dan ada beberapa sekolah yang sudah secara rutin dan reguler mengikuti kegiatan ini tetapi memang di tahun 2022 ini ada dinamika perubahan dalam hal peraturan yang berlaku terkait uji sertifikasinya.
SMK St Yosef Nenuk
Pada kegiatan pembekalan kali ini SMK St Yosef Nenuk mengikutsertakan 22 orang siswa-siswi dari jurusan Desain Pemodelan dan informasi Bangunan (DPIB).
Baca Juga: Paus Fransiskus Memberikan Refleksi Pribadi tentang Imamatnya yang Sudah lebih dari 52 Tahun
Mereka mengikuti kegiatan pembekalan tersebut dari ruang UNBK SMK Katolik St.Yosef Nenuk
Kepala SMK St Yosedf Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona SVD (Pater Piter) mengaku senang bahwa SMK yang dipimpinnya dilibatkan untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan kompetensi para lulusannya kegiatan pembekalan sehingga mendapatkan legalitas dan keabsahan untuk bisa dimanfaatkan di dunia usaha
Artikel Terkait
Tiga Keluarga katolik Wakafkan Tanah 2 Ha untuk Pembangunan SMK Muhamadiyah di Lembata
Tiga Sekolah Katolik di NTT Sedang Berproses Menjadi Sekolah Negeri, Ayo Sekolah Mana Menyusul
Jangan Keliru, Ada Dua 'Jalur Berbeda' Sekolah Katolik' Menjadi 'Sekolah Negeri'
Kelompok Hindu di India Paksa Agar Patung Dewi Saraswati Dipasang di Sekolah Katolik
Undang-Undang Diskriminasi di Guernsey-Inggris Ancam Sekolah Katolik
Sekolah Katolik De Britto Mengajarkan Keterbukaan Berpikir
Sebuah Organisasi Galang Dana Bagi LGBTQ yang Dipecat dari Sekolah Katolik
Sekolah Katolik di Keuskupan Brooklyn Pecat Guru yang Menikah Sesama Jenis
Berita Gembira Bagi Sekolah Katolik di Guernsey, Parlemen Batalkan Proposal UU Diskriminasi
Dirjen Bimas Katolik Kunjungi Sekolah Katolik di Kabupaten Deiyai Papua
Ekstremis Hindu Hancurkan Sebuah Sekolah Katolik
Kunjungi RRI Surabaya, Siswa SMK Katolik ST. Louis Penasaran Peran Radio