JAKARTA (Katolikku.com) - Terkait permintaan dukungan Ukraina, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sudah menyampaikan sikap resmi terkait perang antara Rusia dengan Ukraina yang sedang berkobar.
Pemerintah Indonesia memandang kedua negara tersebut sebagai sahabat dan tetap memegang prinsip kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.
"Kita harus melihat situasi yang berkembang di Ukraina ini secara jernih. Ukraina dan Rusia adalah sahabat dekat Indonesia. Indonesia ingin membangun persahabatan yang lebih kuat dengan kedua negara tersebut," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, Selasa (01/3/2022).
Baca Juga: Bacaan Injil, 4 Maret 2022, Peringatan Fakultatif St Kasimirus (Matius 9:14-15)
Menlu Retno juga mengatakan sudah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba dan Menlu Rusia, Sergey Lavrov.
"Konstitusi Indonesia memandatkan agar Indonesia ikut menjaga perdamaian dunia. Perdamaian tidak dapat terwujud jika terjadi perang," ujar Menlu Retno.
Menurutnya, kebijakan politik luar negeri Indonesia selalu konsisten.
"Sampai pada penerapan hukum internasional dan piagam PBB, termasuk masalah penghormatan integritas wilayah dan penghormatan terhadap kedaulatan," ujarnya.
"Prinsip ini harus dihormati oleh semua negara. Prinsip ini dijunjung tinggi oleh Indonesia," lanjut Menlu perempuan pertama Indonesia itu.
Baca Juga: Bacaan I, 4 Maret 2022, Peringatan Fakultatif St Kasimirus (Yesaya 58:1-9a)
Retno pun mengatakan, selain menekankan prinsip tersebut, hal utama yang harus menjadi perhatian Indonesia adalah de-eskalasi dan masalah kemanusiaan.
"De-eskalasi harus dilakukan. Sekali lagi, ini sejalan dengan apa yang tertera di dalam konstitusi kita untuk perdamaian," tandasnya.
Artikel Terkait
Menghadapi Invasi Rusia, Para Suster di Ukraina Bersaksi: 'Kami takut, Tetapi Kami Juga Kuat'
China dan Suriah Memihak Rusia dalam Konflik dengan Ukraina
Prihatin dengan Invasi di Ukraina: Paus Fransiskus Datangi Kedutaan Besar Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky: 16 Anak Ukraina Tewas, 45 Terluka Akibat Serangan Rusia
Vatikan Bersedia Jadi Penengah dalam Negosiasi antara Rusia dan Ukraina
Umat Katolik Rusia 'Berduka, Marah' Melihat Invasi Ukraina
Latar Agama Konflik Rusia-Ukraina: Gereja Ortodoks Rusia Sangat Dekat dengan Putin
Putin Menggunakan Gereja Ortodoks Rusia untuk Menumbuhkan ‘Kekaisarannya’
Analisis Singkat Tentang Krisis Rusia-Ukraina