VATIKAN (Katolikku.com) - Dalam komentarnya kepada Reuters yang dirilis Rabu, 06 Juni 2022, Paus Fransikus mengatakan “dua wanita akan ditunjuk untuk pertama kalinya dalam komite untuk memilih uskup di Diskateri bagi Para Uskup.”
Dalam wawancara dengan Koresponden Senior Reuters, Philip Pullella,2 Juli di Vatikan, Paus Fransiskus tidak mengidentifikasi para wanita itu atau mengatakan kapan penunjukan mereka akan diumumkan secara resmi, sebaliknya mengatakan dia “terbuka untuk memberi [wanita] kesempatan” dan ingin membuka sesuatu “sedikit.”
Baca Juga: Empat Gereja Katolik di Wilayah Chippewa Wisconsin Dirusak dalam Seminggu Terakhir
Dikasteri bagi Para Uskup adalah nama baru untuk Kongregasi Para Uskup sejalan dengan konstitusi baru yang mendasari reformasi Vatikan oleh Paus Fransiskus.
Konstitusi baru, berjudul Praedicate evangelium ("Mengkhotbahkan Injil"), menetapkan bahwa setiap anggota umat beriman juga dapat memimpin dikasteri Vatikan atau badan-badan lain, "mengingat kompetensi khusus mereka, kekuasaan pemerintahan dan fungsi."
Ditanya departemen Vatikan mana yang mungkin bisa dipimpin oleh seorang pria atau wanita awam, Fransiskus menyarankan agar mereka dapat memasukkan departemen Pendidikan dan Kebudayaan Katolik dan Perpustakaan Apostolik, menurut Reuters.
Keputusan akhir dalam mengangkat uskup ada di tangan paus, dan dia bebas memilih siapa saja yang dia pilih.
Baca Juga: Uskup Agung Bogotá: 'Tugas Kita, Menjadi Gembala pada Masa Sulit Kolombia’
Biasanya, perwakilan paus di suatu negara, nunsius apostolik, menyampaikan rekomendasi dan dokumentasi kepada Vatikan.
Dikasteri Para Uskup kemudian membahas pengangkatan dalam proses lebih lanjut dan mengambil suara. Setelah disajikan dengan rekomendasi, paus akhirnya membuat keputusan.
Francis telah menunjuk beberapa wanita ke departemen Vatikan. Barbara Jatta, seorang istri dan ibu dari tiga anak, diangkat sebagai direktur Museum Vatikan pada tahun 2016 dan mengambil kendali pada tahun 2017.
Baru-baru ini, paus menunjuk Sr Nathalie Becquart pada Februari 2021 sebagai wakil sekretaris Sinode tentang Uskup.
Bekerja dengan dan di bawah Kardinal Mario Grech, suster religius Prancis itu telah membantu mempersiapkan sinode Vatikan tentang sinodalitas, yang dijadwalkan pada Oktober 2022.
Baca Juga: Uskup Agung Bogotá: 'Tugas Kita, Menjadi Gembala pada Masa Sulit Kolombia’
Artikel Terkait
Santa Fina: Wanita Cantik yang Sabar Menanggung Derita, Wangi Jenazahnya Sembuhkan Sahabatnya
Konsitusi Baru Vatikan Mungkinkan Pria dan Wanita Awam Bisa Pimpin Departemen di Kuria Vatikan
Madeleine Albright, Wanita Pertama yang Menjabat sebagai Menlu AS, Meninggal pada Usia 84
Hampir 1.000 Wanita Katolik Temukan Kedamaian di Tengah Kecemasan
Wanita Rusia Dipilih Paus Fransiskus Bawa Salib saat Prosesi Jumat Agung, Ukraina Protes
Biarawati Katolik Bantu Para Wanita Muda Zambia Keluar dari Kemiskinan
Seorang Wanita Uganda Ditikam Suaminya karena Masuk Kristen
Wanita Katolik Asal Spanyol Ini Trekking 6.437,4 Km Melintasi Eropa, Berziarah ke Yerusalem
125 Juta Wanita Katolik Didera KDRT, Ungkap Dr Christauria Welland dalam Pertemuan Keluarga Sedunia di Roma
Wanita di Seluruh Dunia Menghadapi Penganiayaan Agama Berdasarkan Jenis Kelamin