• Sabtu, 18 April 2026

Paus Fransiskus: Nol Toleransi Pelecehan Tidak Bisa Dinegosiasikan

- Jumat, 8 Juli 2022 | 21:33 WIB
Paus Fransiskus (Katolikku)
Paus Fransiskus (Katolikku)

VATIKAN (Katolikku.com) - Dalam bagian kelima dari wawancara yang diberikan kepada koresponden Reuters, Phil Pullella, Paus Fransiskus merefleksikan perang melawan pelecehan anak dan menegaskan bahwa komitmen Gereja untuk memerangi momok tidak dapat dinegosiasikan.

Pertarungan melawan pelecehan di Gereja dimulai secara perlahan, tetapi hari ini itu adalah jalan yang tidak dapat diubah.

Baca Juga: Bacaan I, Sabtu, 09 Juli 2022: Yes 6:1-8

Paus Fransiskus menekankan hal ini dalam sebuah wawancara dengan Reuters: “(Setelah Boston) Gereja memulai tanpa toleransi secara perlahan dan bergerak maju. Dan saya pikir arah yang diambil dalam hal ini tidak dapat diubah."

Komitmen yang tidak bisa ditawar

Bapa Suci melanjutkan dengan mengatakan bahwa komitmen ini tidak dapat diubah dan tidak dapat dinegosiasikan.

Menanggapi pertanyaan tentang perlawanan yang dalam beberapa kasus ditemui di tingkat lokal dalam penerapan tindakan melawan penyalahgunaan, Paus mengamati: "Ada perlawanan, tetapi setiap kali ada lebih banyak kesadaran bahwa inilah jalannya."

Paus Fransiskus menghormati keputusan Mahkamah Agung AS dan mengutuk aborsi.

Baca Juga: Bacaan Injil, Sabtu, 09 Juli 2022: Inji lMatius 10: 24-33

Paus Fransiskus mengingat kembali pembagian Dikasteri untuk Ajaran Iman menjadi dua bagian, satu didedikasikan untuk pengadilan tentang penyalahgunaan, dan menyatakan kepuasan atas pekerjaan yang telah dan sedang dilakukan.

Paus kemudian mengutip pertemuan baru-baru ini dengan pengunjung yang mengingatkannya bagaimana di negara mereka sekitar 46 persen pelecehan terjadi dalam keluarga dan mencatat bahwa "ini mengerikan".

Tidak pernah dibenarkan
Setelah mengingat apa yang ditunjukkan statistik, Paus menambahkan: “Ini tidak membenarkan apa pun.”

Baca Juga: Shinzo Abe, Akhirnya Meninggal Dunia

Paus mengingat bagaimana bahkan jika itu adalah masalah satu kasus, itu akan memalukan dan perlu diperjuangkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X