DUBLIN (Katolikku.com) - Wanita paling berani di bumi, kecuali jika menyangkut Partai Komunis China, telah menuntut agar Tertullianus (ya, Tertullianus itu) DIHAPUS dari situs web Vatikan.
Demikian, Catholic Arena melaporkan, Selasa, 20 September 2022.
Mary Patricia McAleese adalah Presiden Irlandia saat ini. Ia pertama kali terpilih menjadi presiden pada 1997 dan terpilih kembali, tanpa perlawanan, untuk masa jabatan tujuh tahun lagi pada 2004.
Ia dilahirkan di Belfast. Sebelum menjadi presiden, ia bekerja sebagai pengacara, wartawan dan akademis.
Baca Juga: Bacaan I Hari Kamis 22 September 2022, PW Santo Padre Pio (Pengkotbah 1:2-11)
Catholi Arena mengatatakan, jurnalis yang berubah menjadi politisi dan suka mengoceh gereja di setiap kesempatan, kini telah mengalihkan perhatiannya ke Bapa Gereja untuk risalah 'seksis'.
Dikabarkan, dia menulis kepada Paus Fransiskus untuk menuntut penghapusan Tertullianusdari situs web Dicastery of Family and Life yang memuat risalah mengenai masalah seksualitas.
Catholic Arena secara sinis bertanya "Akankah dia menunjukkan surat urgensi seperti itu kepada Xi Jinping? Tidak mungkin!
Sebab, menurut cerita yang terungkap minggu lalu, di mana dilaporkan bahwa McAleese hanya akan bertemu dengan Dalai Lama di Utara sebagai Presiden dan bahwa dia batal menghadiri undangan kehormatan untuknya dari Trinity College hanya karena menghormati Partai Komunis Tiongkok.
Baca Juga: Bacaan Injil Hari Kamis 22 September 2022, PW Santo Padre Pio (Lukas 9:7-9)
Catholi Arena menambahkan, "Dengan keberanian palsunya yang sinis, dia menyatakan:
“Jadi di sini kita berada di awal pelaksanaan reformasi kuria besar Anda dan itu benar-benar menimbulkan keyakinan bahwa materi seksis ofensif terburuk diterbitkan dengan persetujuan yang jelas oleh Dicastery for the Laity‚ Family and Life… tanggung jawab untuk wanita.”
Dia melanjutkan:
“Dikasteri untuk Awam, Keluarga dan Kehidupan secara nyata didorong oleh agenda terbelakang yang bodoh yang akan mendorong gereja ke dalam skandal dan krisis lebih lanjut kecuali direformasi secara radikal. Gereja akan lebih baik jika ditutup dan semua hal dalam kompetensinya diserahkan kepada kompetensi nasional. Minimal, materi mengerikan ini harus dihapus dari situs resmi magisterium. Itu menyinggung semua wanita dan pencipta yang membuatnya.”
Artikel Terkait
Klaim ‘Mukjizat Ekaristi’ di Gereja St Yoseph, Irlandia Viral Secara Online
Ribuan Orang Katolik Irlandia Ikut Unjuk Rasa Pro-Kehidupan, Sabtu, 02 Juli 2022
Polisi di Irlandia Utara Selidiki Pembakaran Gambar Paus Fransiskus
Uskup Katolik Irlandia Peringatkan Bahaya 'Polarisasi Pandangan'' Saat Laporan Disiapkan untuk Roma
Setelah Jedah Tiga Tahun, Orang Katolik Irlandia Kembali Lakukan Ziarah Pendakian ke Croagh Patrick di Mayo
Mengenang Tiga Pembantaian Keji atas Imam Katolik Irlandia
Gadis Cilik Irlandia yang Mengubah Dunia Kita
Gerakan Rosario Pria Irlandia Terus Berkembang
Puji Tuhan, Politisi Irlandia Mark Nestor Mundur dari Partai Pro Aborsi karena Ingin Jadi Imam Katolik
70 Persen Penduduk 18-24 Tahun Berniat Hengkang dari Sekularisme Irlandia