• Sabtu, 18 April 2026

Renungan Katolik, Rabu, 24 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXI, St Bartolomeus Rasul)

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 11:45 WIB
P Kons Beo SVD
P Kons Beo SVD

Bacaan I Wahyu 21:9b-14
Mazmur Tanggapan Mzm 145:10-11.12-13b.17-18
Injil Yohanes 1:45-51

"Bagaimana mungkin Engkau mengenal aku?"
Yoh 1:48
(Unde me nosti?)

TUHAN maklumi seluruh diri kita. Tuhan mengetahui segala jalan hidup kita. Tak ada yang tersembunyi. Ruang - Tempat - dan Waktu kita adalah satu kepastian di dalam Tuhan.

NAMUN yang selalu menjadi penting bagi kita adalah kesadaran kita bahwa biji mata Tuhan selalu memandang kita. Dalam KasihNya yang berlimpah.

Baca Juga: Bacaan I Hari Kamis 25 Agustus 2022 (2Korintus 1:1-9)

TUHAN telah awali panggilanNya terhadap Natanael (Bartolomeus) melalui satu tatapan Kasih. "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara" (Yoh 1:48).

Tetapi, yang terutama dari semuanya adalah karya-karya besar akan terlihat oleh mata Bartolomeus.

DI JALAN hidup ini, apakah yang mesti kita cemaskan dan gentari? Mestikah kita larut dalam keraguan dan ketakberdayaan yang kita alami?

Saat kita 'mempersoalkan Tuhan' bahwa "Mungkin kah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yoh 1:46). Dari Dia yang kita ragukan, justru bersinarlah kekuatan cahaya kepastian!

YANG baik, indah dan benar selalu datang dari Tuhan. Di dalam Tuhan kita pasti alami segala keindahan di jalan hidup ini. Walau dalam situasi berat dan sulit yang kita hadapi.

BIARKAN hidup seperti apa adanya. Sebab jalan hidup ini miliki 'kebebasannya sendiri.' Sebab Tuhan sudah melihat 'kita seperti apa di bawah pohon ara kehidupan kita.' Tetapi yang terutama adalah Kasih Tuhan yang selalu menyertai dan meneguhkan.

Baca Juga: Bacaan Injil Hari Kamis 25 Agustus 2022 (Matius 24:42-51)

SEPERTI kepada Bartolomeus, kepada kitapun Tuhan janjikan 'hal-hal besar yang bakal kita saksikan.' Tidak kah ada sekian banyak hal besar yang telah kita saksikan dan alami?

ADA sekian banyak kemustahilan yang telah jadi kisah-kisah keraguan di jalan hidup kita sendiri. Namun, tidak kah Tuhan telah menjadikan semuanya sebagai "hal yang lebih besar yang kita alami?" Tuhan memanggil kita untuk keluar dari 'bayangan naungan pohon ara pribadi' untuk segera bergerak menuju 'Naungan Kasih dan PenyelenggaraanNya.'

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB
X