Bacaan I Wahyu 21:9b-14
Mazmur Tanggapan Mzm 145:10-11.12-13b.17-18
Injil Yohanes 1:45-51
"Bagaimana mungkin Engkau mengenal aku?"
Yoh 1:48
(Unde me nosti?)
TUHAN maklumi seluruh diri kita. Tuhan mengetahui segala jalan hidup kita. Tak ada yang tersembunyi. Ruang - Tempat - dan Waktu kita adalah satu kepastian di dalam Tuhan.
NAMUN yang selalu menjadi penting bagi kita adalah kesadaran kita bahwa biji mata Tuhan selalu memandang kita. Dalam KasihNya yang berlimpah.
Baca Juga: Bacaan I Hari Kamis 25 Agustus 2022 (2Korintus 1:1-9)
TUHAN telah awali panggilanNya terhadap Natanael (Bartolomeus) melalui satu tatapan Kasih. "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara" (Yoh 1:48).
Tetapi, yang terutama dari semuanya adalah karya-karya besar akan terlihat oleh mata Bartolomeus.
DI JALAN hidup ini, apakah yang mesti kita cemaskan dan gentari? Mestikah kita larut dalam keraguan dan ketakberdayaan yang kita alami?
Saat kita 'mempersoalkan Tuhan' bahwa "Mungkin kah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yoh 1:46). Dari Dia yang kita ragukan, justru bersinarlah kekuatan cahaya kepastian!
YANG baik, indah dan benar selalu datang dari Tuhan. Di dalam Tuhan kita pasti alami segala keindahan di jalan hidup ini. Walau dalam situasi berat dan sulit yang kita hadapi.
BIARKAN hidup seperti apa adanya. Sebab jalan hidup ini miliki 'kebebasannya sendiri.' Sebab Tuhan sudah melihat 'kita seperti apa di bawah pohon ara kehidupan kita.' Tetapi yang terutama adalah Kasih Tuhan yang selalu menyertai dan meneguhkan.
Baca Juga: Bacaan Injil Hari Kamis 25 Agustus 2022 (Matius 24:42-51)
SEPERTI kepada Bartolomeus, kepada kitapun Tuhan janjikan 'hal-hal besar yang bakal kita saksikan.' Tidak kah ada sekian banyak hal besar yang telah kita saksikan dan alami?
ADA sekian banyak kemustahilan yang telah jadi kisah-kisah keraguan di jalan hidup kita sendiri. Namun, tidak kah Tuhan telah menjadikan semuanya sebagai "hal yang lebih besar yang kita alami?" Tuhan memanggil kita untuk keluar dari 'bayangan naungan pohon ara pribadi' untuk segera bergerak menuju 'Naungan Kasih dan PenyelenggaraanNya.'
Artikel Terkait
Renungan Katolik Sabtu, 13 Agustus 2022 (Pekan Biasa XIX, St Hipolitus, St Pontianus - Paus ke 18)
Renungan Katolik Senin, 15 Agustus 2022 (Pekan XX, Beato Isidorus, Beato Klaudius Granzotto, St Tarsisius)
Renungan Katolik Selasa, 16 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Stefanus dr Hungaria)
Renungan Katolik Rabu, 17 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, Hari Raya Kemerdekaan Indonesia)
Renungan Katolik Kamis 18 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Helena, St Yohana Fransiska de Chantal)
Renungan Katolik, Sabtu, 20 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Bernardus Abas & Pujangga Gereja)
Renungan Katolik, Selasa, 23 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXI, St Filipus Benizi, St Ros)