Bacaan I 1Korintus 1:1-9
Mazmur Tanggapan Mzm 145:2-7
Injil Matius 24:42-51
"Tuanku tidak datang-datang..."
Mat 24:49
(Moram facit dòminus meus venire)
BILA tuan tak datang-datang, maka itulah kesempatan teramat indah. Hamba itu mestinya tunjukan citranya sebagai hamba yang setia, taat dan terlebih bersiaga dalam tanggungjawab. Hingga saat kedatangan tuannya.
SAYANGNYA, semua i kisah indah tanggungjawab sebagai hamba menjadi tercemar. Kedatangan sang tuan yang akan pasti datang dibuatnya dalam kepastian negatif miliknya sendiri: Tuanku tidak datang-datang!
MAKA dari situlah, agenda tersembunyi dengan tujuan dan kepentingan pribadi dibangun. Kekerasan terjadi, kenikmatan dalam pesta pora penuh kemabukan diselenggarakan (cf Mat 24:49). Sang hamba tak pernah tahu (diri) lagi, bahwa sebagai hamba dia mesti bertahan dalam penantian.
Baca Juga: Bacaan Injil Hari Jumat 26 Agustus 2022 (Matius 25:1-13)
HARI Tuhan datang adalah satu kesempatan tetap dan selalu terbuka. Sebab itulah iman dan sikap berjaga-jaga mesti jadi pilihan yang tak bisa diabaikan. Saat Tuhan datang itu bisa terjadi saat kini, hari ini, dan entah kapan saja di hari-hari mendatang.
PENANTIAN dalam iman mesti jadi kekuatan. Di situlah kesetiaan setiap murid Tuhan teruji. Tanggungjawab dinyatakan. Sikap hidup dalam semangat iman mesti menjadi terang bersinar.
"ANAK Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga" (Mat 24:44). Maka 'berjaga-jaga mesti juga menjadi momentum penuh rahmat. Satu sikap hidup penuh waspada. Tidak dalam arti penuh kecemasan yang mendebarkan. Tetapi menjadi kesempatan kita menantikannya penuh harapan dan kerinduan!
Baca Juga: Bacaan I Hari Jumat 26 Agustus 2022 (1Korintus 1:17-25)
APAKAH kisah Putera Manusia itu datang bersifat amat pribadi untuk setiap kita masing-masing? Dan itu terjadi di saat ajal tiba?
Entahlah. Bagaimanapun pada intinya, saat Anak Manusia datang: Siaga adalah jawaban seluruh diri kita. Sebab Ia adalah Tuhan kita yang datang dalam kemuliaanNya. Dialah yang menjadi jaminan mulia dan pasti bagi hidup kita. Selamanya.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin
Artikel Terkait
Renungan Katolik Sabtu, 13 Agustus 2022 (Pekan Biasa XIX, St Hipolitus, St Pontianus - Paus ke 18)
Renungan Katolik Senin, 15 Agustus 2022 (Pekan XX, Beato Isidorus, Beato Klaudius Granzotto, St Tarsisius)
Renungan Katolik Selasa, 16 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Stefanus dr Hungaria)
Renungan Katolik Rabu, 17 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, Hari Raya Kemerdekaan Indonesia)
Renungan Katolik Kamis 18 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Helena, St Yohana Fransiska de Chantal)
Renungan Katolik, Jumat, 19 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Yohanes Eudes)
Renungan Katolik, Sabtu, 20 Agustus 2022 (Pekan Biasa XX, St Bernardus Abas & Pujangga Gereja)
Renungan Katolik Senin, 22 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXI, St Perawan Maria, Ratu)
Renungan Katolik, Selasa, 23 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXI, St Filipus Benizi, St Ros)
Renungan Katolik, Rabu, 24 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXI, St Bartolomeus Rasul)