• Sabtu, 18 April 2026

Renungan Katolik, Kamis, 25 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXI, St )

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 09:14 WIB
P Kons Beo SVD
P Kons Beo SVD

Bacaan I 1Korintus 1:1-9
Mazmur Tanggapan Mzm 145:2-7
Injil Matius 24:42-51

"Tuanku tidak datang-datang..."
Mat 24:49
(Moram facit dòminus meus venire)

BILA tuan tak datang-datang, maka itulah kesempatan teramat indah. Hamba itu mestinya tunjukan citranya sebagai hamba yang setia, taat dan terlebih bersiaga dalam tanggungjawab. Hingga saat kedatangan tuannya.

SAYANGNYA, semua i kisah indah tanggungjawab sebagai hamba menjadi tercemar. Kedatangan sang tuan yang akan pasti datang dibuatnya dalam kepastian negatif miliknya sendiri: Tuanku tidak datang-datang!

MAKA dari situlah, agenda tersembunyi dengan tujuan dan kepentingan pribadi dibangun. Kekerasan terjadi, kenikmatan dalam pesta pora penuh kemabukan diselenggarakan (cf Mat 24:49). Sang hamba tak pernah tahu (diri) lagi, bahwa sebagai hamba dia mesti bertahan dalam penantian.

Baca Juga: Bacaan Injil Hari Jumat 26 Agustus 2022 (Matius 25:1-13)

HARI Tuhan datang adalah satu kesempatan tetap dan selalu terbuka. Sebab itulah iman dan sikap berjaga-jaga mesti jadi pilihan yang tak bisa diabaikan. Saat Tuhan datang itu bisa terjadi saat kini, hari ini, dan entah kapan saja di hari-hari mendatang.

PENANTIAN dalam iman mesti jadi kekuatan. Di situlah kesetiaan setiap murid Tuhan teruji. Tanggungjawab dinyatakan. Sikap hidup dalam semangat iman mesti menjadi terang bersinar.

"ANAK Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga" (Mat 24:44). Maka 'berjaga-jaga mesti juga menjadi momentum penuh rahmat. Satu sikap hidup penuh waspada. Tidak dalam arti penuh kecemasan yang mendebarkan. Tetapi menjadi kesempatan kita menantikannya penuh harapan dan kerinduan!

Baca Juga: Bacaan I Hari Jumat 26 Agustus 2022 (1Korintus 1:17-25)

APAKAH kisah Putera Manusia itu datang bersifat amat pribadi untuk setiap kita masing-masing? Dan itu terjadi di saat ajal tiba?

Entahlah. Bagaimanapun pada intinya, saat Anak Manusia datang: Siaga adalah jawaban seluruh diri kita. Sebab Ia adalah Tuhan kita yang datang dalam kemuliaanNya. Dialah yang menjadi jaminan mulia dan pasti bagi hidup kita. Selamanya.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.
Amin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB
X