• Jumat, 30 September 2022

Para Imam Katolik Kuba Desak Pemerintah untuk Tidak Mengitimidasi Pendemo pada 15 November Ini

- Sabtu, 13 November 2021 | 17:12 WIB
Umat Katolik dalam suatu prosesi di Kuba
Umat Katolik dalam suatu prosesi di Kuba

HAVANA (Katolikku.com) - Sekelompok imam Katolik Kuba menandatangani surat yang ditujukan kepada pihak berwenang Kuba, Rabu 10 november 2021 lalu, mendesak mereka untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap pawai yang memprotes pemerintah komunis negeri itu yang direncanakan digelar pada Senin, 15 November 2021.

“Kami tidak ingin melihat polisi memukuli dan menganiaya rakyat mereka sendiri lagi. Kami tidak ingin darah tumpah lagi, kami tidak ingin mendengar suara tembakan lagi. Tidak, karena itu bukan cara yang akan membawa kita ke Kuba yang kita butuhkan dan kita semua inginkan,” kata para imam itu dalam surat mereka pada 10 November yang diunggah di Facebook.

Baca Juga: Sidang Konferensi Waligereja Katolik AS 15-18 Novemer Akan Diwarnai Aksi Protes dari Berbagai Kelompok

“Kami yang menandatangani surat ini adalah orang Kuba, para imam Katolik yang dipanggil untuk menjadi gembala rakyat kami, kami hanya menginginkan kebaikan negara kami, kami menginginkan Kuba di mana keadilan, kebebasan dan perdamaian berkuasa,” kata mereka.

“Meskipun benar bahwa tidak ada orang Kuba yang harus mengangkat tangannya melawan rekan senegaranya hanya karena pemikiran yang berbeda, apalagi polisi yang dengan panggilan memiliki tugas untuk memberi contoh kewarganegaraan yang baik kepada seluruh penduduk, yang ada untuk menjaga warga negara dan melindungi ketertiban umum.”

Baca Juga: Kepada Sejumlah Konggres AS, Menag Bicara Toleransi Beragama di Indonesia

“Jangan pukul para pengunjuk rasa karena Anda dan mereka hidup di tengah begitu banyak kelangkaan dan kesengsaraan. Jangan memfitnah mereka sebagai tentara bayaran, karena Anda dan mereka memiliki ayah, ibu, teman, kenalan, yang memberikan segalanya untuk cita-cita dan yang hari ini tidak memiliki apa-apa. Jangan hentikan mereka untuk berbaris dengan damai karena Anda dan mereka ingin hidup tanpa takut mengungkapkan pikiran Anda, tanpa takut diawasi,” tulis mereka.

Sebuah “Pawai Sipil untuk Perubahan” telah diumumkan pada 15 November, sebuah demonstrasi damai di beberapa kota di Kuba yang berusaha untuk mengulangi protes yang terjadi di seluruh Kuba pada 11-12 Juli 2021 lalu.

Pawai adalah gerakan akar rumput yang tidak dipromosikan oleh kelompok atau organisasi tertentu di pulau itu.

Halaman:

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepada Paus Fransiskus: Mgr Mandagi Utarakan Harapannya

Kamis, 29 September 2022 | 09:17 WIB

Begini Jadwal 'Doa Rosario Misioner Selama' Oktober 2022

Senin, 26 September 2022 | 22:09 WIB
X