MAKASSAR (Katolikku.com) - "Seorang mahasiswi Katolik nekat kuliah di kampus Islam. Alhasil, ia harus menghadapi situasi-situasi tak biasa. Dari mencoba mengenakan hijab dan berhadapan dengan tugas hapalan Al-Qur’an hingga bersabar menghadapi olok-olok dari teman-teman intoleran," demikian caption berita media online, Mojok.co, edisi,awal pekan ini, Senin, 04 Maret 2024.
Namanya Katalinya L Tukan atau akrab dengan panggilan Katlyn. Ia adalah mahasiswi asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Kampung Sukutukang, Desa Puluera, Kecamatan Wulan Gitang, Kabupaten Flores Timur.
Lahir dan besar sebagai seorang penganut Katolik, di masa kuliah Katlyn justru 'tersesat' di kampus Islam, yakni di UIN Alauddin Makassar.
Namun, bukan tanpa alasan kenapa ia memilih kuliah di UIN Alauddin Makassar, meski ia tahu bahwa kampus tersebut adalah kampus Islam.
UIN Alauiddin Makassar lebih ramah kantong
Sebenarnya, saat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, Katlyn memilih dua perguruan tinggi negeri dan diterima oleh dua-duanya.
Namun, setelah menimbang-nimbang, ia akhirnya mantap memilih UIN Alauddin Makassar.
“Karena biaya kampusnya murah dan lebih dekat dengan kampung halaman. Jadi kalau liburan bisa pulang kampung,” ujarnya seperti dalam wawancara yang termuat di website resmi UIN Alauddin Makassar pada 11 Juli 2023 lalu.
Karena merupakan mahasiswi Katolik, tentu Katlyn memilih jurusan yang kesannya umum, tidak spesifik mengarah pada ke-Islaman. Katlyn memilih Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora.
“Alasan ambil Ilmu Perpustakaan) agar dapat mengubah cara pandang masyarakat yang menganggap bahwa pustakawan itu kerjanya hanya menyusun buku pada rak buku,” tutur Katlyn.
“Padahal tugas pustakawan lebih luas daripada itu,” sambungnya.
Lebih dari itu Katlyn mengaku miris melihat kondisi perpustakaan di daerah-daerah pelosok.
Oleh karena itu, ia bertekad belajar sungguh-sungguh bagaimana tata kelola sebuah perpustakaan agar berkembang dengan baik.
Keluarga terkejut, kuatir iman Katolik Katlyn terganggu
Keputusan Katlyn memilih kuliah di kampus Islam tentu saja membuat keluarga besarnya terkejut, terutama orang tua.
Artikel Terkait
OPINI: Pesparani dan Gema Toleransi dari Timur
Pesparani II Gaungkan Gema Toleransi
Nuansa Toleransi di Gua Maria Sawer Rahmat, Desa Cisantana, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat
Sejarah Gereja Katedral Makassar, Berusia 125 Tahun hingga Jadi Simbol Toleransi
Promosikan Keindahan Toleransi, Bhabinkamtibmas Olilit Raya I Gelar Bakti Sosial Bersama di Masjid dan Gereja
Gereja Katolik Palasari: Menyelami Keindahan Wisata Rohani di Bali yang Penuh Toleransi
Ditantang soal Toleransi, Anies Buktikan Rekam Jejak Selesaikan IMB Gereja yang Puluhan Tahun Tak Dapat Izin
Jejak Toleransi di Serambi Mekah: Gereja Katolik Hati Kudus Banda Aceh
Pemuda Katolik Morotai Jaga Keamanan Salat Jumat, Wujud Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama
Talkshow "Gereja Sinodal Dalam Sukacita Keberagaman" Mendorong Umat Katolik Terlibat dalam Toleransi dan Kerukunan Agama