• Sabtu, 18 April 2026

Kardinal Bo: 'Paus Fransiskus Sangat Menghormati Orang-orang Asia'

- Rabu, 23 April 2025 | 22:36 WIB
Paus Fransiskus bertemu dengan Kardinal Charles Maung Bo di Myanmar pada tahun 2017
Paus Fransiskus bertemu dengan Kardinal Charles Maung Bo di Myanmar pada tahun 2017

Paus Fransiskus benar-benar seorang nabi pinggiran. Ia tidak mencari keamanan di pusat-pusat kekuasaan, dan tidak pula menjadikan kenyamanan Vatikan sebagai tempat berlindungnya.

Sebaliknya, ia mengarahkan hati dan pandangannya ke pinggiran eksistensial umat manusia—kepada mereka yang tangisannya tenggelam dalam wacana global, yang air matanya tidak diperhatikan oleh dunia.

Dengan semangat itu, perhatiannya tertuju pada Myanmar—bangsa yang telah lama menderita, terluka, dan bertahan dari krisis poli.

Meskipun ada tekanan signifikan dari berbagai pihak yang mendesaknya untuk tidak mengunjungi negara kita, dan meskipun banyak tantangan yang membayangi, Paus Fransiskus memilih untuk datang.

Dan dengan melakukan itu, ia menyoroti penderitaan rakyat kita. Keputusannya mengejutkan banyak orang—bahkan di antara negara-negara Katolik di dunia.

Namun baginya, kemanusiaan adalah yang terpenting, dan penderitaan manusia adalah perhatian yang sakral.

Ia jatuh cinta pada rakyat Myanmar—dengan kesabaran, keberanian, dan solidaritas mereka yang luar biasa di tengah krisis yang terus meningkat.

Ketika gelombang kekacauan demi kekacauan melanda negara ini, ia berjalan bersama kita—bukan dari kejauhan, tetapi dalam solidaritas yang emosional dan penuh kasih sayang.

Ia membawa kepedihan kita dalam doa-doanya, dalam pesan-pesannya, dan dalam hatinya.

Lebih dari sembilan kali, ia berbicara di depan umum tentang Myanmar. Ia mengeluarkan pernyataan yang menyentuh hati dan bahkan memimpin Misa khusus untuk perdamaian di tanah kami.

Baca Juga: Presiden Prabowo Utus Jokowi, Thomas Djiwandono, Ignasius Jona dan Pigai Hadiri Pemakaman Paus

Dengan melakukan itu, ia mengingatkan dunia bahwa Myanmar penting, bahwa luka-luka kita tidak dapat disembunyikan, dan bahwa perdamaian itu mungkin.

T: Tentu saja, ia bersikeras untuk tidak pernah melupakan Myanmar...

J:Dukungannya yang tak tergoyahkan dan perhatiannya yang mendalam dan pribadi terhadap penderitaan rakyat kami menyentuh hati yang tak terhitung jumlahnya di seluruh negara kami.

Bahkan ketika alam sendiri berbalik melawan kami dan gempa bumi menghantam kami, Paus Fransiskus tidak mundur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Sumber: vaticannews.va

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB
X