Sejarah tidak hanya akan mengenali kata-katanya, tetapi juga keselarasan mendalam antara hidupnya dan kehidupan Yesus. Kesederhanaan, kerendahan hati, keberanian, dan belas kasihnya yang penuh sukacita melampaui segala ketetapan.
Di dunia yang semakin dingin dan terinfeksi oleh budaya ketidakpedulian, ia mengingatkan kita bahwa hati Gereja harus berdenyut dengan belas kasih.
Warisan Paus Fransiskus adalah bahwa ia memulihkan Gereja di jalan-jalan, di pinggiran, dan di sudut-sudut dunia yang terluka tempat Kristus sendiri tinggal. Ia menunjukkan bahwa menjadi orang Kristen sejati berarti meniru jejak langkah Yesus, membela mereka yang tidak memiliki suara, dan mengasihi dengan kemurahan hati Injil yang tak kenal ampun.
T: Menurut Anda, apakah ia memberikan perhatian khusus kepada orang-orang di seluruh Asia dan Oseania?
Paus Fransiskus memiliki kasih sayang yang mendalam bagi orang-orang Asia. Dalam salah satu kunjungan terakhirnya ke Timur Jauh, ia berziarah ke daerah terpencil di mana kehadiran umat Katolik hampir tidak ada.
Ia merangkul semua orang di Asia dan Oseania, mewujudkan peran sebagai Gembala Baik yang berusaha untuk terlibat dengan mereka yang ingin ia ajak berdialog.
Sementara yang lain memprioritaskan keterlibatan dengan para cendekiawan yang terhormat, Paus Fransiskus memperjuangkan dialog melalui pertemuan dengan berbagai budaya, masyarakat, dan konteks masing-masing.
Pengakuannya terhadap masyarakat adat sebagai penjaga alam memfasilitasi banyak pertukaran budaya. Di Myanmar, kunjungannya meninggalkan kesan abadi pada penduduknya.
Orang-orang Asia, seperti yang diyakini Paus Fransiskus, akan mengulurkan pelukan hangat kepada Kristus dari Asia. Abad ini memegang janji kembalinya Kristus ke Asia, dan Kristus Asia akan terus menginspirasi dunia.
Baca Juga: Jenazah Paus Fransiskus Dipindahkan dari Casa Santa Marta ke Basilika Santo Petrus
Dalam pemahamannya yang mendalam tentang Asia dan Gereja Asia, Paus Fransiskus membayangkan masa depan di mana kedua entitas ini saling terkait dengan cara yang mendalam dan transformatif.
T: Yang Mulia, apakah ada kata-kata penghiburan atau iman yang ingin Anda sampaikan kepada mereka yang berduka atas kehilangan Paus Fransiskus?
Di saat-saat duka yang mendalam, ketika dunia terasa lebih tenang dan hati kita sakit karena kehilangan, kita harus mengingat kebenaran suci yang dijalani dan diajarkan Paus Fransiskus: hidup adalah hubungan.
Seluruh masa kepausannya adalah simfoni hubungan—berakar pada cinta, diungkapkan dalam solidaritas, dan dijalani dengan kesederhanaan. Tiga tulisannya yang paling penting mencerminkan hal ini dengan indah.
Sukacita Injil benar-benar merupakan panggilannya untuk memulihkan hubungan kita dengan Tuhan, penuh rahmat dan kegembiraan. Kemudian Fratelli Tutti memberikan visinya yang berani tentang persaudaraan dan persahabatan satu sama lain, melampaui batas, melampaui perbedaan.
Artikel Terkait
Jenazah Paus Fransiskus Akan Disemayamkan hingga Pemakaman pada Sabtu Pagi
Urbi Et Orbi – Pamit dan Kembali Ke Rumah Bapa, Selamat Jalan Paus Fransiskus
In Memoriam Paus Fransiskus: Membawa Agama yang Ekologis dan Penuh Kasih
Paus Fransiskus yang 'Asisi' dari Argentina
Kematian Paus Akibat Stroke dan Kolaps Kardiosirkulasi Ireversibel
Datangi Kedubes Vatikan, Menag Nasaruddin Umar Tulis Pesan Duka untuk Paus Fransiskus
Wasiat Paus Fransiskus