Dan akhirnya Laudato Si,’ Paus Fransiskus menyampaikan permohonannya yang penuh semangat untuk memulihkan hubungan kita dengan ciptaan, merawat rumah kita bersama.
Paus Fransiskus berhubungan dengan semua orang, dengan yang hancur, yang terlupakan, dan bumi itu sendiri. Dia memberi ruang di hatinya bagi mereka yang disingkirkan dunia.
Dan sekarang, saat dunia berduka atas kepergiannya, kita merasakan kesedihan yang selalu mengikuti cinta yang besar.
Di mana ada hubungan yang mendalam, di situ juga ada rasa sakit yang mendalam karena perpisahan. Duka kita bukanlah kelemahan.
Melainkan itu adalah kesaksian akan keindahan hubungan yang dibangunnya lintas budaya, bangsa, dan hati.
Namun, jika kita mendengarkan dengan saksama keheningan yang ditinggalkannya, kita hampir dapat mendengar bisikannya: "Jangan berlama-lama dalam kesedihan—kembalilah ke hal-hal yang penting. Hiburlah mereka yang menderita.
Angkatlah mereka yang hina. Khotbahkanlah perdamaian yang berakar pada keadilan. Bersikaplah lembut. Bersikaplah berani. Bangunlah dunia yang kita impikan bersama." ***
Artikel Terkait
Jenazah Paus Fransiskus Akan Disemayamkan hingga Pemakaman pada Sabtu Pagi
Urbi Et Orbi – Pamit dan Kembali Ke Rumah Bapa, Selamat Jalan Paus Fransiskus
In Memoriam Paus Fransiskus: Membawa Agama yang Ekologis dan Penuh Kasih
Paus Fransiskus yang 'Asisi' dari Argentina
Kematian Paus Akibat Stroke dan Kolaps Kardiosirkulasi Ireversibel
Datangi Kedubes Vatikan, Menag Nasaruddin Umar Tulis Pesan Duka untuk Paus Fransiskus
Wasiat Paus Fransiskus