kata-mereka

Kardinal Bo: 'Paus Fransiskus Sangat Menghormati Orang-orang Asia'

Rabu, 23 April 2025 | 22:36 WIB
Paus Fransiskus bertemu dengan Kardinal Charles Maung Bo di Myanmar pada tahun 2017

KOTA VATIKAN (Katolikku.com) - Dalam sebuah wawancara setelah wafatnya Paus Fransiskus, Kardinal Charles Maung Bo dari Myanmar mengenang mendiang Paus "sebagai seorang gembala yang penuh kasih dan welas asih" yang "suaranya menjadi gaung kita," yang "hatinya memahami kesedihan kita," dan yang "kehadirannya membawa kesembuhan."

Kardinal, yang menjabat sebagai pemimpin para Uskup Asia selama dua periode, mengenang "kasih sayang yang mendalam" mendiang Paus bagi orang-orang Asia, dan "cintanya bagi" orang-orang Myanmar yang menderita.

"Paus Fransiskus berhubungan dengan semua orang, dengan mereka yang hancur, yang terlupakan, dan bumi itu sendiri. Ia memberi ruang di hatinya bagi mereka yang disingkirkan oleh dunia. Dan sekarang, saat dunia berduka atas kepergiannya, kita merasakan kesedihan yang selalu menyertai cinta yang besar."

Baca Juga: Paus Fransiskus dan Kesederhanaan... -Sekadar Satu Perenungan

Dalam wawancara mendalam dengan Vatican News, Kardinal Charles Maung Bo, Uskup Agung Yangon dan Presiden Konferensi Waligereja Myanmar, yang menjabat dua periode sebagai Presiden Federasi Konferensi Waligereja Asia, mengenang mendiang Paus Fransiskus dengan cara ini setelah ia kembali kepada Tuhan pada tanggal 21 April.

Kardinal Bo merasa gembira karena ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Kardinal pertama Myanmar, dan menyambut Bapa Suci di negaranya pada bulan November 2017.

Mengenang Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus yang bersejarah ke negaranya, Kardinal tersebut berkata, "Meskipun ada tekanan signifikan dari berbagai pihak yang mendesaknya untuk tidak mengunjungi negara kita, dan meskipun banyak tantangan yang membayangi, Paus Fransiskus memilih untuk datang. Dan dengan melakukan itu, ia menyoroti penderitaan rakyat kita."

Faktanya, Kardinal tersebut mengingat, "Paus Fransiskus memiliki kasih sayang yang mendalam bagi orang-orang Asia," seraya menambahkan, "ia jatuh cinta pada orang-orang Myanmar."

Selama bertahun-tahun, Paus terus-menerus memohon perdamaian dan bantuan bagi Myanmar. Bahkan sebelum wafatnya, ia tidak hanya menyampaikan belasungkawa bagi semua yang terkena dampak gempa tragis itu, tetapi ia juga menawarkan bantuan untuk membantu penduduk yang menderita.

Hingga 19 April 2025, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang melanda Myanmar pada 28 Maret mencapai 3.726, dengan 5.105 orang terluka dan 129 orang masih hilang.

Baca Juga: Bagaimana dan Kapan Mengunjungi Jenazah Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan

Bencana tersebut telah memperparah krisis kemanusiaan yang ada di Myanmar, dengan hampir 20 juta orang membutuhkan bantuan karena konflik sipil yang sedang berlangsung.

Berikut perikan wawancara Vatican News dengan Kardinal Bo, selengkapnya:

T: Kardinal Bo, Paus Fransiskus terus-menerus menunjukkan kedekatan dengan rakyat negara Anda. Apa arti kedekatan Paus dengan rakyat Myanmar yang menderita di setiap lini, dengan perang, keadaan darurat kemanusiaan, dan kemudian diperparah oleh gempa bumi, bagi mereka?

Halaman:

Tags

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB