• Sabtu, 18 April 2026

Renungan Katolik: Senin, 29 Agustus 2022 (Pekan Biasa XXII, Wafatnya St Yohanes Pembaptis)

Maximus Ali Perajaka, Katolikku
- Senin, 29 Agustus 2022 | 09:02 WIB
Pater Kons Beo SVD
Pater Kons Beo SVD

Senin, 29 Agustus 2022
(Pekan Biasa XXII, Wafatnya St Yohanes Pembaptis)

Bacaan I Yeremia 1:17-19
Mazmur Tanggapan 71:1-2.3-4a.5-6ab.17
Injil Markus 6:17-29

"Hati Herodes selalu terombang-ambing"
Mrk 6:20
(Et audito eo multa faciebat)

KESEDIHAN Raja Herodes tak terlukiskan. Satu keputusan yang tak ia sadari telah ia ambil. Dan hidup Yohanes Pembaptis harus berakhir di tangannya.

Padahal Herodes tahu bahwa Yohanes itu 'seorang yang benar dan suci; dan ia melindunginya' (cf Mrk 6:20).

TETAPI, kisah kematian tragis itu mengapa mesti terjadi? Berawal dari kata-kata teguran keras Yohanes.

Baca Juga: Bacaan I, Hari Senin 29 Agustus 2022, PW Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis (Yeremia 1:17-19)

Dan lalu tertanam dalam dendam dan kebencian di hati Herodias. Ia lalu bermuara pada satu kesempatan baik. Tarian gemulai putri Herodias sudah membuat hati Herodes terkesima.

DAN "kepala Yohanes dalam sebuah talam" akhirnya jadi taruhan. Kesedihan hati Herodes sungguh tak terlukiskan.

Namun, ia lebih berpihak pada sumpah kata-katanya. Apalagi telah diucapkannya di hadapan tamu-tamunya. Ia tak sanggup menghindar dari semuanya.

DI BALIK setiap kata dan kalimat, yang terucap pun yang tertulis, selalu ada konsekwensinya.

Apalagi bila dipertebal dengan niat hati yang serius. Herodias sudah punya niat gulita. Dan ia mendapatkan kesempatan itu, saat Herodes tak mau dipermalukan oleh kata-kata sumpahnya sendiri di hadapan para tamu undangannya.

KISAH kematian tragis Yohanes Pembaptis tidak hanya terenung semata-mata pada relasi cinta suram antara Herodias dan Herodes.

Tetapi terutama pada satu rasa benci dan dendam. Herodias sungguh setia pada penantian demi virus balas dendamnya itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB
X