Itulah sebabnya di tengah tuntutan keanekaragaman zaman, Gereja, teologi dan para teolog cukup terseok-seok (bisa dibaca: Galau), dalam membangun komunikasi didalam dirinya sendiri maupun dengan dunia diluar dirinya.
* Penulis adalah mahasiswa doktoral Hukum Kanon pada Universitas Kepauasan Lateran, Roma
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Angkat Anggota Baru Komisi Teologi Internasional
Suster Josée Ngalula Perempuan Afrika Pertama Jadi Anggota Komisi Teologi Internasional
Universitas Notre Dame Jadi Tuan Rumah Simposium Teologi Hitam Katolik Tahunan ke-31
Muspas dan Teologi Sinodalitas
Lusius Mite SVD, Calon Misionaris Chicago AS, Lulus dari Prodi Magister Teologi STFK Ledalero dengan IPK 4