news

Fisip Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Rintis CEIS

Maximus Ali Perajaka
Sabtu, 12 Februari 2022 | 09:35 WIB
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwira, Drs. Marianus Kleden, M.Si (tengah) sedang memimpin rapat persiapan pendirian CEIS.

KUPANG (Katolikku.com) -Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, sedang merintis pendirian lembaga studi yang fokus pada isu-isu di Kawasan Indonesia Timur dan lingkup Melanesia.

Merilis portal berita Detakpasifik.comLembaga studi ini menurut rencana dibabtis dengan nama Centre for East Indonesian Studies (CEIS).

Perintisan CEIS berawal dari percikan gagasan besar sporadik dari Pastor Gregor Neonbasu, Ph.D. Alumnus studi antropologi dari Australian National University (ANU) Australia.

Baca Juga: Mgr Hadisumarta, O.Carm: ‘Saya Pernah Naik Skuter dari Malang ke Jakarta’

Pater Gregor  telah berkali-kali berdialog dengan berbagai kalangan dan mengimpikan untuk mendirikan sebuah pusat studi dengan konsentrasi isu-isu antropologi  Kawasan Indonesia Timur dan Melanesia.

Dan, pusat sudi itu perlu dibangun di Kupang karena kebetulan peminat dan peneliti yang konsentrasi di isu-isu kebudayaan di Kupang dan NTT cukup banyak.

Di Unwira sendiri, sudah dua orang bergelar doktor antropologi yang dibimbing langsung oleh antropolog Prof. James Fox dari ANU.

Baca Juga: Jadwal Ibadat dan Misa Arwah Terkait Meninggalnya Mgr Hadisumarta OCarm

Merespon gagasan besar itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwira, Drs. Marianus Kleden, M.Si, menggelar rapat dengan para penginisiatif dan perintis antara lain, P. Gregor Neonbasu, SVD, Ph.D, Dedi Dhosa, S.Fil., M.Si, dan Drs. Aris Gai.

Rapat tersebut bermaksud mematangkan rencana pendirian CEIS dilangsungkan di ruang kerja Dekan Fisip itu digelar, Rabu, 9 Februari 2022.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa poin dan langkah kongkrit. Pertama, isi utama dari lembaga studi CEIS itu mencakup, studi antropologi yang di dalamnya terkait dengan etnografi dan etnologi, pengembangan kawasan terkait dengan postur bangunan yang berbasis konteks lokal, dan studi kebijakan. Karena itu, lembaga studi CEIS ini akan merekrut tenaga peneliti yang konsentrasi di bidang-bidang yang disebutkan itu.

Baca Juga: Mantan Ketua KWI, Uskup Emeritus Mgr F.X Hadisumarta Meninggal Dunia. RIP

Kedua, struktur lembaga studi akan segera dilengkapi mengingat tenaga peneliti di Fisipol masih terbatas, tetapi hasrat untuk mendirikan lembaga studi ini telah lama. Ketiga, urusan teknis hukum dan prosedural lain disesuaikan dengan konteks perjalanan waktu. Termasuk memikirkan akses dana untuk lembaga CEIS.

Namun, untuk sementara waktu segala urusan tetek bengek administrasi dan posisi hukum pasti segera dikomunikasikan dengan pihak rektorat Unwira.

Halaman:

Tags

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB