VATIKAN (Katolikk8.com) - Saat pensiun nanti Paus Fransiskus dia tidak akan tinggal di Vatikan atau pulang kembali ke negeri asalnya Argentina.
Ia mengatakan lebih suka tinggal di sebuah gereja di Roma di mana dia masih dapat mendengarkan pengakuan dosa dari jemaat yang datang.
“Saya adalah uskup Roma, dalam hal ini uskup emeritus Roma,” kata Fransiskus dalam wawancara dengan TelevisaUnivision, kanal televisi berbahasa Spanyol, yang disiarkan hari Selasa (12/7/2022).
Baca Juga: Bupati Samosir Hadiri Perayaan Syukuran Yubileum 75 Tahun Gereja Katolik Sitamiang
Ia juga membantah bahwa dirinya berencana akan pensiun dalam waktu dekat tetapi menegaskan ulang bahwa kemungkinan itu “terbuka” setelah Paus Benediktus XVI pada tahun 2013 menjadi paus pertama yang mengundurkan diri dalam kurun 600 tahun terakhir.
Seperti diketahui jabatan paus dalam gereja katolik pada dasarnya merupakan jabatan seumur hidup.
Saat ini seorang paus menjadi emeritus (pensiunan) adalah proses yang berjalan dengan baik. Namun demikian, lanjutnya, Vatikan perlu untuk membuat regulasi seputar figur seorang pensiunan paus, kata Fransiskus dalam wawancara itu seperti dilansir Associated Press.
Baca Juga: Seorang Kristen Pakistan Dijatuhi Hukuman Mati dengan Tuduhan yang tidak Berdasar
Sebelumnya sejumlah kardinal dan para ahli hukum gereja sejak lama mempertanyakan keputusan-keputusan Benediktus XVI selama masa pensiun, termasuk keputusannya untuk tetap mengenakan jubah putih khas kepausan dan memilih tetap menggunakan nama dinasnya – Benediktus – daripada kembali ke nama aslinya Joseph Ratzinger.
Mereka juga mengatakan pilihan-pilihan itu serta keputusan Benediktus untuk tetap tinggal di Vatikan menimbulkan kebingungan di kalangan jemaat Katolik dan memungkinkan kalangan tradisionalis pengkritik Fransiskus menggunakan sosok Benediktus sebagai referensi pandangan konservatif mereka, sehingga mengancam persatuan Gereja Katolik.
“Pengalaman pertama (keberadaan paus emeritus) ini berjalan cukup baik karena dia (Benediktus) adalah seorang pria yang alim dan tidak banyak bicara, dan dia menangani hal itu dengan baik,” kata Fransiskus perohal pendahulunya itu.
Baca Juga: YARA Bahas Polemik Gereja di Aceh Singkil: Keberadaan Gereja Katolik Belum Diakomodir
“Akan tetapi di masa depan banyak hal-hal harus lebih diperjelas, atau banyak hal harus dibuat lebih eksplisit,” imbuhnya.
“Menurut saya sebagai yang pertama pensiun dalam ratusan tahun, dia mendapat poin 10. Luar biasa,” kata Fransiskus mengapresiasi sikap Benediktus sebagai seorang paus emeritus sejauh ini.
Artikel Terkait
Orang Sakit dan Lansia Adalah Intensi Doa Paus Fransiskus selama Juli 2022
Elon Musk: Saya Merasa Terhormat Bisa Bertemu Paus Fransiskus
Kritik PBB Tak Berdaya Hentikan Perang, Paus Fransiskus: Penggunaan Nuklir Tak Bermoral
Paus Fransiskus: Saya Tidak Pernah Berpikir untuk Pensiun
Inilah Jawaban Paus Fransiskus Soal Rumor Pengunduran Dirinya
Paus Fransiskus dan Romano Guardini: Tahap Selanjutnya dari Pembaruan Liturgi
Paus Fransiskus akan Tunjuk Dua Wanita Masuk Komite Vatikan untuk Pemiilihan Uskup Baru
Paus Fransiskus: Nol Toleransi Pelecehan Tidak Bisa Dinegosiasikan
Paus Fransiskus Minta para Pemimpin Sri Lanka Dengarkan Tangisan Rakyat