• Sabtu, 18 April 2026

Paus Fransiskus Lebih Suka Tinggal di Roma Saat Pensiun Tiba

Abraham Runga Mali, Katolikku
- Rabu, 13 Juli 2022 | 18:49 WIB
Paus Fransiskus menyalami Paus Emeritus Benediktus XVI pada HUT Tahbisan yang ke-70 pada Selasa,29 Juni 2021. (Media Vatikan)
Paus Fransiskus menyalami Paus Emeritus Benediktus XVI pada HUT Tahbisan yang ke-70 pada Selasa,29 Juni 2021. (Media Vatikan)

VATIKAN (Katolikk8.com) - Saat pensiun nanti Paus Fransiskus dia tidak akan tinggal di Vatikan atau pulang kembali ke negeri asalnya Argentina.

Ia mengatakan  lebih suka tinggal di sebuah gereja di Roma di mana dia masih dapat mendengarkan pengakuan dosa dari jemaat yang datang.

“Saya adalah uskup Roma, dalam hal ini uskup emeritus Roma,” kata Fransiskus dalam wawancara dengan TelevisaUnivision, kanal televisi berbahasa Spanyol, yang disiarkan hari Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: Bupati Samosir Hadiri Perayaan Syukuran Yubileum 75 Tahun Gereja Katolik Sitamiang

Ia juga membantah bahwa dirinya berencana akan pensiun dalam waktu dekat tetapi menegaskan ulang bahwa kemungkinan itu “terbuka” setelah Paus Benediktus XVI pada tahun 2013 menjadi paus pertama yang mengundurkan diri dalam kurun 600 tahun terakhir.

Seperti diketahui jabatan paus dalam gereja katolik pada dasarnya merupakan jabatan seumur hidup.

Saat ini  seorang paus menjadi emeritus (pensiunan) adalah proses yang  berjalan dengan baik. Namun demikian, lanjutnya,  Vatikan perlu untuk membuat regulasi seputar figur seorang pensiunan paus, kata Fransiskus dalam wawancara itu seperti dilansir Associated Press.

Baca Juga: Seorang Kristen Pakistan Dijatuhi Hukuman Mati dengan Tuduhan yang tidak Berdasar

Sebelumnya sejumlah kardinal dan para ahli hukum gereja sejak lama mempertanyakan keputusan-keputusan Benediktus XVI selama masa pensiun, termasuk keputusannya untuk tetap mengenakan jubah putih khas kepausan dan memilih tetap menggunakan nama dinasnya – Benediktus – daripada kembali ke nama aslinya Joseph Ratzinger.

Mereka juga mengatakan pilihan-pilihan itu serta keputusan Benediktus untuk tetap tinggal di Vatikan menimbulkan kebingungan di kalangan jemaat Katolik dan memungkinkan kalangan tradisionalis pengkritik Fransiskus menggunakan sosok Benediktus sebagai referensi pandangan konservatif mereka, sehingga mengancam persatuan Gereja Katolik.

“Pengalaman pertama (keberadaan paus emeritus) ini berjalan cukup baik karena dia (Benediktus) adalah seorang pria yang alim dan tidak banyak bicara, dan dia menangani hal itu dengan baik,” kata Fransiskus perohal pendahulunya itu. 

Baca Juga: YARA Bahas Polemik Gereja di Aceh Singkil: Keberadaan Gereja Katolik Belum Diakomodir

“Akan tetapi di masa depan banyak hal-hal harus lebih diperjelas, atau banyak hal harus dibuat lebih eksplisit,” imbuhnya.

“Menurut saya sebagai yang pertama pensiun dalam ratusan tahun, dia mendapat poin 10. Luar biasa,” kata Fransiskus mengapresiasi sikap Benediktus sebagai seorang paus emeritus sejauh ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abraham Runga Mali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi

Minggu, 12 April 2026 | 16:58 WIB

Buku Biografi Paus Leo XIV Terbit 28 April Ini

Sabtu, 11 April 2026 | 08:16 WIB
X