• Sabtu, 18 April 2026

Renungan Katolik, Jumat, 02 September 2022 (Pekan Biasa XXII, St Brocardus, Beato Yohanes du Lau)

Maximus Ali Perajaka, Katolikku
- Jumat, 2 September 2022 | 04:48 WIB
Pater Kons Beo SVD
Pater Kons Beo SVD

Jumat, 02 September 2022
(Pekan Biasa XXII, St Brocardus, Beato Yohanes du Lau)

Bacaan I 1Korintus 4:1-5
Mazmur Tanggapan Mzm 37:3-4.5-6.27-28.39-40
Injil Lukas 5:33-39

"Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua..."
Luk 5:37
(Et nemo mittit vinum novum in utres veteres)

INI perkara antara 'yang lama dan yang baru.' Anggur baru? Itu dapat ditanggap sebagai apa yang dibawa oleh Yesus, Tuhan. Itu tampak dalam ajaran, seluruh sikap serta cara hidupNya. Apakah 'yang lama' dapat menerima dan menampungnya?

Baca Juga: Bacaan I Hari Jumat 2 September 2022 (1Korintus 4:1-5)

YANG dibawa oleh Yesus menuntut 'tempat simpan yang baru.' Itulah bobot dan situasi hati yang baru. Sebab semuanya mesti tertangkap oleh isi dan cara berpikir serta mental yang baru. Dan itu semua akan terungkap dalam sikap dan cara hidup yang elegan pula.

NAMUN, tak mudah pula untuk tinggalkan begitu saja 'kantong hidup lama.' Tentu semuanya butuh perjuangan serta kehendak hati yang tulus. Semuanya mesti dibalut pula dalam kepasrahan dan kepercayaan sungguh pada Yesus, Tuhan.

TETAPI 'semua yang berkarakter baru itu hanya bercitra dalam Yesus, Tuhan.' Sebab, tak semua yang baru itu isyaratkan pengharapan. Sebab ada sekian banyak 'hal baru yang justru sungguh memperdayai manusia.' Demikian pun 'yang lama' tak selamanya kedalurwarsaan dalam nilai dan prinsip.

Baca Juga: Bacaan Injil Hari Jumat 2 September 2022 (Lukas 5:33-39)

Sebab itulah relasi dengan Yesus, Tuhan, mesti terbentuk secara mendalam demi menimbang nilai. Pertimbangan di dalam Roh, dalam semangat Injil, dan dalam nilai-nilai Injili tetaplah menjadi satu kemestiaan. Yang tak dapat dielakkan.

DI ATAS segalanya, hidup dalam Yesus selalu mencerahkan. Pun memberikan harapan. Sebab yang usang dan suram telah jadi sirna. Itulah yang menjadi harapan semua kita. Tinggal bagaimana kita bertarung untuk masuk dalam Kasih dan Pengharapan akan Tuhan.

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.
Amin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan 108: Suara Gereja

Sabtu, 18 April 2026 | 14:04 WIB

Menjelajahi Kegelapan Ketakutan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:49 WIB

Bacaan Liturgis, Sabtu Pekan kedua Paskah

Jumat, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Ratu Surga, Bersukacitalah, Alleluya

Jumat, 17 April 2026 | 14:54 WIB

Putera Allah yang Hidup, Berkatilah UmatMu

Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB

Rahmat Ilahi Tak Pernah Gagal

Jumat, 17 April 2026 | 11:18 WIB

Tuhan, Perhatikanlah HambaMu.

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

Renungan 106: Tidur dalam Kristus

Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Keyakinan yang Mengubah

Kamis, 16 April 2026 | 10:01 WIB

Tinggallah Beserta kami, ya Tuhan.

Kamis, 16 April 2026 | 06:21 WIB

Bacaan Liturgis pada Kamis Pekan ke-2 Paskah

Rabu, 15 April 2026 | 22:25 WIB
X