• Sabtu, 18 April 2026

Teologi Harapan Paus Benediktus XVI

- Senin, 27 Februari 2023 | 19:52 WIB
Paus Benediktus berjalan-jalan di taman sambil berdoa Rosario
Paus Benediktus berjalan-jalan di taman sambil berdoa Rosario

Sedangkan babak baru Gereja Katolik dalam diri Paus Fransiskus, menyederhanakan iman, harap, dan kasih dalam khasanah teologi misi yang membumi.

Jika tanpa kerendahan hati Paus Benediktus XVI untuk mengundurkan diri, maka saat ini Gereja Katolik belum memiliki ajaran iman yang ekologis (Laudato Si).

Tanpa refleksi yang mendalam untuk mengundurkan diri maka saat ini Gereja Katolik belum memiliki ulasan teologis tentang Keluarga (Amoris laetitiae), teologi tentang Persaudaraan Semesta (Fratteli Tutti), teologi kerahiman (misericordia vultus & misericordia et misera), dan lain-lain.

Sebagai anggota Gereja dalam satu kawanan dengan satu gembala, kita patut bersyukur untuk kerendahan hati Paus Benediktus XVI sehingga muncul wajah baru teologi misi Paus Fransiskus.

Sekilas tentang Ensiklik Spe Salvi

Selama masa kepausan Benediktus XVI, terdapat tiga ensiklik yang diterbitkan. Ketiga ensiklik itu adalah Deus Caritas Est (Allah adalah Kasih), Spe Salvi , dan Caritas in Veritate (Kasih dalam Kebenaran).

Ensiklik keduanya Spe Salvi (Harapan yang Menyelamatkan) diterbitkan pada tanggal 30 November 2007. Ensiklik memang bukan uraian dan penetapan suatu dogma dan ajaran secara ex cathedra  dengan kecemerlangan infalibilitas. Tetapi sebagai ajaran resmi seorang Paus yang tidak mengikat secara dogmatis.

Dalam ensiklik  Spe Salvi (SS) ini menguraikan tentang teologi harapan dengan strukturnya sebagai berikut: pertama, iman merupakan isi dari pengharapan itu (SS no. 2-3) dan historisitas harapan dengan landasan iman dalam Kitab Suci Perjanjian Baru (KSPB) dan sejarah Gereja Purba (SS no 4-9).

Pada bagian pertama ini, Paus Benediktus XVI menjelaskan secara terperinci mengenai harapan Kristiani yang dihidupi dalam iman.

Beriman kepada Kristus berarti memiliki harapan historis akan dunia yang damai.

Kedua, Harapan akan hidup kekal (SS no. 9-12).

Bagian ini Paus menjelaskan kehidupan kekal sebagai pengharapan yang sempurna akan hidup di hadirat Allah. Kehidupan kekal adalah buah dari pengharapan yang berlandaskan pada iman akan Yesus Kristus.

Ketiga, Harapan Kristiani Bersifat Universal (SS no 13-15). Kesatuan iman akan Yesus menurut Paus pada bagian ini adalah kenyataan sosial yang merangkum segala bangsa (communio) secara keseluruhan (catholicos) ke dalam satu pengharapan akan Firdaus di masa yang akan datang.

Keempat, seperti apa iman dan harapan yang hidup dalam dunia modern? (SS no 16-23). Bagian ini Paus menegaskan bahwa iman dan harapan terus berlayar mengarungi zaman.

Namun iman dan pengharapan tetap setia pada ajaran yang murni. Iman melawan setiap kemajuan yang bertentangan dengan pengharapan. Iman mengikuti dunia namun tidak taat pada dunia. Kemajuan dalam bidang akal budi, kebebasan, dan revolusi industri memberi tantangan pada refleksi akan iman dan pengharapan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Maximus Ali Perajaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Ternyata Mesti Ada Batas Ketenaran Itu...'

Jumat, 17 April 2026 | 09:39 WIB

Sebuah Kata Penutup tentang Budaya Katolik

Rabu, 15 April 2026 | 21:42 WIB

'Malam Penuh Cahaya Iman'

Senin, 13 April 2026 | 06:02 WIB

Menghadirkan Wajah Allah Berbelas Kasih

Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB

Pengakuan Seorang 'Sumber Rahasia' dari Vatikan

Sabtu, 11 April 2026 | 08:00 WIB

'...tidak percaya' (Non crediderunt)

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

'Pakaian Kemuridan Tetaplah Kita Kenakan'

Kamis, 9 April 2026 | 18:13 WIB

'Menjadi Murid yang Diinjili

Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB

Kiranya Mata Iman Kita Senantiasa Terjaga

Rabu, 8 April 2026 | 08:31 WIB

Sari Firman: Memotivasi Diri: Pertobatan Sejati

Selasa, 7 April 2026 | 11:47 WIB

Pesan Inspiratif: Maria Magdalena Menangis

Selasa, 7 April 2026 | 06:15 WIB

'Tuhanku Tak Terkalahkan...'

Selasa, 7 April 2026 | 06:10 WIB

Reuni Galilea

Senin, 6 April 2026 | 08:04 WIB
X