Tokoh Maria menjadi model dalam pengharapan Kristiani. Selain sebagai model pengharapan dalam menanti Pentakosta, tapi juga bersama berjalan bersama Gereja sepanjang zaman. Baginya harapan yang benar adalah beriman Kristiani yang alkitabiah.
Iman adalah epifani dari harapan itu. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 11:1). Artinya berpengharapan termanifestasi dalam iman akan Kristus.
Benediktus XVI adalah seorang beriman yang kuat. Karakter imannya termaktub dalam pengabdiannya di bidang teologi. Karena ia beriman yang kuat akan sosok Seorang Pribadi yang tersalib, maka kalimat terakhir sebelum meninggal adalah Lord, I love You.
Cinta yang mendalam merupakan iman dan persatuan yang tak dapat dipisahkan dari Kristus. Sepuluh tahun menjadi emeritus dan 40 hari kepergiannya, ada harapan dan doa bahwa ia sudah memasuki kemah surgawi yang tidak buat oleh tangan manusia dalam kekekalan.
Sehingga, kepergiannya adalah sebuah kehilangan. Kepergiannya bagi penulis sendiri sebagai ‘kepergian yang tidak pernah pergi’. Sebab karya-karya teologisnya akan menyertai Gereja dalam abad-abad yang akan datang bahkan sepanjang zaman.
Karyanya patut di sejajarkan dengan karya-karya klasik lain a la Athanasius, Trio Kappadokia, Agustinus, Anselmus Canterbury, Thomas Aquinas, Henry de Lubac, Karl Rahner, Yohanes Paulus II, dan lain-lain.***
Artikel Terkait
Dr. Michael Hesemann: 'Benediktus XVI, Panutan bagi kekudusan'
Tepuk Tangan untuk Jenazah Paus Emeritus Benediktus XVI
Suara Surgawi Untuk Paus Silvester dan Paus Benediktus XVI (Catatan Ringan Konser Voix Celestes)
Plt. Dirjen Hadiri Misa Rekuiem Benediktus XVI, Nunsio Apostolik Sampaikan Terima Kasih
Viral, Kardinal Hon Kong Joseph Zen Berdoa dan Menangis di Depan Peti Jenazah Benediktus XVI
Paus Benediktus XVI, Seorang Pujangga Gereja?
Geller 'Tak Lagi di Politica' Setelah Menfitnah Benediktus XVI pada Hari Kematiannya
Santo Maurus, dan Keajaiban Berjalan di Atas Danau Atas Nama Gurunya, Santo Benediktus
Buku Baru Tentang Paus Benediktus XVI Menimbulkan Kontroversi
Benediktus XVI Menggambarkan 'Protestanisasi' Ekaristi dalam Publikasi Anumerta