Pada usianya yang ke 85, memang usia renta yang ‘penuh dengan penyakit’. Hari Orang Sakit Sedunia yang dipilih juga sebagai cara bahwa kekuatan fisiknya sudah tidak mampu memikul tanggung jawab seluruh dunia.
Karena itu, orang sakit tidak dapat bekerja dengan baik dan benar. Inilah tanda kerendahan hati yang tidak ditemukan di manapun dalam dunia politik. Sebab dunia ini penuh dengan ambisi akan takhta dan kekuasaan.
Tanggal 28 Februari dipilih karena pada tanggal ini di tahun 1867 terjadi sejarah akan putusnya hubungan diplomatik antara Vatikan dan Amerika Serikat (AS) yang telah terjalin selama 70. Hal ini dipicu oleh karena keputusan dalam Kongres AS yang melarang pendanaan untuk misi diplomatik ke Vatikan.
Hal ini muncul karena terdapat sentimen agama dan anti-Katolik. Hubungan yang rusak ini dipulihkan kembali setelah ‘bercerai’ selama 117 tahun pada tanggal 10 Januari 1984 (detiknews, Jumat 10/01/2020).
Mengapa tanggal ini penting? Vatikan secara politik Internasional merupakan badan subjek hukum internasional yang diakui oleh negara-negara dunia sebagai negara religius terkemuka dan pihak penengah perjanjian-perjanjian berskala dunia. Sedangkan AS sebagai negara adidaya soal ekonomi dunia.
Keputusan ini mengindikasikan bahwa Vatikan tidak membutuhkan dukungan pendanaan dari pihak manapun toh ia akan tetap hidup. Karena itu, tanggal ini dipilih sebagai tanda dari ketiadaan pemimpin tertinggi Gereja Katolik.
Tanggal tentang dimulai kekosongan kekuasaan (sede vacante) dalam tubuh Gereja Katolik. Tanggal 28 adalah tanggal di mana, yang meskipun terjadi kekosongan kekuasaan, tetap tidak membutuhkan pemimpin lain sampai terpilihnya pemimpin baru pengganti Benediktus XVI.
Ensiklik Spe Salvi diterbitkan pada tanggal 30 November secara tersirat-implisit mengemukakan sebuah pengharapan di akhir tahun liturgi lama dan awal tahun liturgi baru.
Tanggal 30 November adalah masa di mana dalam setiap perayaan liturgi, pembacaan Sabda dari Kitab Suci seputar khotbah dan pengajaran Yesus tentang akhir zaman.
Selain itu, adalah masa persiapan menuju masa yang baru dalam liturgi yakni masa adventus. Ensiklik ini secara teologis-pastoral-liturgis sarat makna akan harapan Kristiani di zaman eskatologi dan penantian kedatangan Yesus dalam misteri inkarnasi.
Tanggal 30 November juga dalam kalender Gereja adalah pesta rasul Andreas saudara Simon Petrus. Tanggal terbit ini mengisyaratkan suatu teologi harapan akan persatuan kembali kedua gereja apostolik (Katolik dan Ortodox) yang sudah dalam terpecah.
Paus Ratzinger yang adalah seorang penasehat dalam Konsili Vatikan II dan dokumen ekumene Unitatis Redintegratio menjadi sangat penting baginya.
Bukan kebetulan, bila penulis menafsirkan satu teologi harapan yang implisit akan kesatuan yang diidamkan oleh Paus Benediktus XVI.
Sedangkan teologi harapan yang tersurat dan paling penting adalah ensiklik Spe Salvi (Harapan yang Menyelamatkan).
Dalam seluruh uraian ensiklik ini, terlihat jelas akan satu harapan Kristiani. Harapan di dunia dan harapan akan hidup kekal. Selain itu, iman dan harapan yang mengikuti perkembangan zaman namun tetap setia pada ajarannya yang murni.
Artikel Terkait
Dr. Michael Hesemann: 'Benediktus XVI, Panutan bagi kekudusan'
Tepuk Tangan untuk Jenazah Paus Emeritus Benediktus XVI
Suara Surgawi Untuk Paus Silvester dan Paus Benediktus XVI (Catatan Ringan Konser Voix Celestes)
Plt. Dirjen Hadiri Misa Rekuiem Benediktus XVI, Nunsio Apostolik Sampaikan Terima Kasih
Viral, Kardinal Hon Kong Joseph Zen Berdoa dan Menangis di Depan Peti Jenazah Benediktus XVI
Paus Benediktus XVI, Seorang Pujangga Gereja?
Geller 'Tak Lagi di Politica' Setelah Menfitnah Benediktus XVI pada Hari Kematiannya
Santo Maurus, dan Keajaiban Berjalan di Atas Danau Atas Nama Gurunya, Santo Benediktus
Buku Baru Tentang Paus Benediktus XVI Menimbulkan Kontroversi
Benediktus XVI Menggambarkan 'Protestanisasi' Ekaristi dalam Publikasi Anumerta